Penggusuran di Sunter, Warga Sebut Janji Kampanye Anies Palsu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban penggusuran marah ketika petugas Satpol PP membongkar sisa bangunan di Jalan Agung Perkasa 8, Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara, Senin, 18 November 2019. Pemerintah Kota Jakarta Utara dibantu 1.500 personel gabungan dari kepolisian, satpol PP dan PPSU sebelumnya melakukan penertiban bangunan di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII pada Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Lani Diana

    Warga korban penggusuran marah ketika petugas Satpol PP membongkar sisa bangunan di Jalan Agung Perkasa 8, Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara, Senin, 18 November 2019. Pemerintah Kota Jakarta Utara dibantu 1.500 personel gabungan dari kepolisian, satpol PP dan PPSU sebelumnya melakukan penertiban bangunan di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII pada Kamis, 14 November 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Subaidah, 40 tahun, salah seorang korban penggusuran di Sunter masih mengingat jelas alasannya memilih pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pemilihan gubernur (Pilgub) DKI 2017. Salah satu janji Anies-Sandiaga yang ada di benaknya, yakni tak ada lagi penggusuran di Ibu Kota.

    Kini, Subaidah harus merasakan rumahnya yang berdiri di pinggiran kali itu dihancurkan. Rumah Subaidah berlokasi di Jalan Agung Perkasa 8, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang digusur Kamis, 14 November 2019.

    "Pilih Pak Anies, kami kan rakyat kecil maunya yang terbaik. Kan Pak Anies janjinya sebelum itu kan enggak ada penggusuran, enggak taunya janjinya bohong," kata Subaidah saat ditemui di lokasi penggusuran, Senin, 18 November 2019.

    Wanita 40 tahun itu merantau dari Madura, Jawa Timur ke Jakarta sejak 1988. Dia mengaku telah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI. Karena itu, dia turut mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) di Kelurahan Papanggo. Alamatnya tercantum di Kelurahan Papanggo, bukan tempat tinggalnya di Jalan Agung Perkasa 8.

    "Di sini enggak ada RT RW, kan pergudangan. Jadi kami bikin KK (kartu keluarga) di Papanggo," kata Subaidah. "Di sini semua pendukungnya Pak Anies tapi janjinya itu palsu semua."

    Warga lain, Kuswati juga ingat pernyataan pemerintah DKI yang menjanjikan tidak akan menggusur tempat tinggal di Jalan Agung Perkasa 8. Janji itu disampaikan oleh Asisten Pemerintahan DKI Artal Reswan ketika warga berdemonstrasi di depan Balai Kota, Jakarta Pusat dua bulan lalu. "Katanya enggak ada pembongkaran, enggak ada penggusuran. Sekarang kayak gini," ujar wanita 52 tahun ini.

    Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Muhamad Taufik menyatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak pernah berjanji tidak akan menggusur. "Enggak. Enggak ada janji enggak akan penggusuran," ujarnya.

    Taufik mengatakan jika ada penggusuran tergantung lokasinya, apakah lahan tersebut milik pemerintah DKI atau bukan. Termasuk, penggusuran di kawasan Sunter itu. "Kalau tanah milik pemerintah yang diberesin," ujarnya.

    Menurut Taufik, salah satu janji Anies adalah peremajaan kota dengan tanpa penataan kembali. Dia memisalkan penataan Kampung Akuarium yang tidak dipindahkan.

    Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan pihaknya akan melakukan penataan di Jalan Agung Perkasa 8 untuk mengembalikan fungsi saluran dan jalan yang diduduki oleh sejumlah pengusaha barang bekas. Sejak 20 tahun lalu, gudang para pengusaha berdiri dan menutup saluran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.