Anies Baswedan Penuhi Janjinya kepada Umat Hindu di Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  menyerahkan alat kremasi  kepada pengurus Suke Duka Hindu Dharma di Cilincing Jakarta Utara. Rabu 11 Desember 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan alat kremasi kepada pengurus Suke Duka Hindu Dharma di Cilincing Jakarta Utara. Rabu 11 Desember 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi janjinya untuk memberi alat kremasi kepada pengurus Suke Duka Hindu Dharma di Cilincing Jakarta Utara. Janji itu pernah diucapkan Anies sekitar 1,5 tahun yang lalu.  

    "Sore hari ini kita melakukan serah terima atas mesin kremasi untuk menjawab kebutuhan umat Hindu di Jakarta," ujar Anies di Pura Segara Graha, Cilincing Jakarta Utara, Rabu 11 Desember 2019.

    Anies mengatakan sekitar 1,5 tahun yang lalu, saat datang ke Cilincing masyarakat Hindu menyampaikan kebutuhan atas mesin kremasi. Dan hari ini kata dia, janji tersebut sudah tertunaikan.

    Awalnya DKI memberikan bantuan berupa lahan untuk pemakaman bagi umat Hindu di Jakarta, namun ditolak oleh pengurus karena mereka tidak memerlukannya. Anies kemudian berjanji untuk memberikan alat pembakaran jenazah.  

    "Pemprov DKI Jakarta memberikan fasilitas tanah pemakaman, padahal yang dibutuhkan oleh umat Hindu adalah mesin kremasi. Karena itu kemudian kita langsung siapkan," ujarnya.

    Kepala pengurus Suke Duka Hindu Darma DKI Jakarta Made Sudarta berterima kasih kepada Anies Baswedan karena telah menyediakan alat kremasi. Alat tersebut kata dia akan dimanfaatkan khususnya kepada masyarakat yang kurang mampu. "Bermanfaat sekali sangat membantu karena selama ini kami menumpang dan baiyanya juga mahal," ujarnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?