Puting Beliung Terjang Tangerang, Warga di Dua Desa Mengungsi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pohon tumbang menutupi jalan Veteran Tangerang, Banten, 24 November 2014. Kota Tangerang mewaspadai pohon tumbang dan angin puting beliung saat musim hujan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Pohon tumbang menutupi jalan Veteran Tangerang, Banten, 24 November 2014. Kota Tangerang mewaspadai pohon tumbang dan angin puting beliung saat musim hujan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Tangerang - Puluhan warga di dua desa yang terdampak angin puting beliung di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang masih mengungsi karena rumah mereka ambruk. Sementara warga yang rumahnya rusak ringan lebih memilih tidur di rumah masing-masing.

    Camat Mauk Arif Rahman mengatakan dari ratusan rumah yang diterjang angin puting beliung, ada 12 rumah yang mengalami rusak total alias tak bisa ditempati lagi. Selain itu, ada puluhan rumah yang rusak berat.

    "Ada 54 rumah rusak parah dan 12 rumah tak bisa ditempati di Desa Tanjung Anom dan Tegal Kunir Lor," kata Arif, Jumat, 13 Desember 2019.

    Pasca kejadian angin yang menerjang rumah-rumah penduduk pada Kamis, 12 Desember lalu, Arif mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengirimkan sejumlah tenda bagi warga yang mengungsi. "Saat ini dapur umum juga sudah didirikan di dua desa, kondisi di lokasi listrik padam, pendistribusian bantuan kepada warga sedang berjalan," ujarnya.

    Pihaknya pun mencatat ada empat korban luka ringan yang sudah ditangani Puskesmas Mauk, termasuk anak kecil yang kepalanya tertimpa reruntuhan bangunan. Ada juga dua korban yang mengalami luka berat dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang.

    Di sisi lain, Dinas Sosial sudah mengirimkan bantuan kepada para pengungsi, antara lain berupa pakaian dan makanan.

    Lima desa di Kecamatan Mauk diterjang angin puting beliung pada Kamis lalu. Puluhan rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin yang disebut berkecepatan 63 kilometer perjam itu.

    Sampai saat ini, kata Arif, warga dari lima desa yang terdampak angin puting beliung masih melakukan gotong royong untuk membersihkan puing-puing rumah dan bangunan yang ambruk. Sementara petugas desa hingga kecamatan mendata rumah-rumah yang rusak.

    Berikut adalah data terbaru kerusakan bangunan dari pemerintah setempat:

    - Desa Tanjung Anom
    Rusak total: 10 bangunan
    Rusak berat: 54 bangunan
    Rusak ringan: 19 bangunan

    - Desa Tegal Kunir Lor
    Rusak total: 2 banguann
    Rusak berat: 7 bangunan
    Rusak ringan: 123 bangunan

    - Desa Banyu Asih
    Masih dalam pendataan

    - Desa Sasak
    Rusak total: -
    Rusak berat: 3
    Rusak ringan: 12

    - Desa Gunung Sari
    Masih dalam pendataan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?