Natal, Gereja Santo Yoseph Pilih Botol Mineral Buat Pohon Terang

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaat Gereja Katolik Paroki Santa Clara merangkai pohon Natal dari limbah botol plastik di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 21 Desember 2019. Gereja Katolik Paroki Santa Clara membuat 13 pohon dari limbah daur ulang untuk mengajak masyarakat ramah lingkungan pada perayaan Natal 2019. ANTARA

    Jemaat Gereja Katolik Paroki Santa Clara merangkai pohon Natal dari limbah botol plastik di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 21 Desember 2019. Gereja Katolik Paroki Santa Clara membuat 13 pohon dari limbah daur ulang untuk mengajak masyarakat ramah lingkungan pada perayaan Natal 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Gereja Katolik Santo Yoseph Matraman di Jakarta Timur memajang pohon Natal ramah lingkungan yang dibuat dari botol plastik air mineral kemasan untuk merayakan Hari Natal 2019 pada Rabu, 25 Desember 2019.

    Pohon Natal setinggi kurang lebih dua meter itu dibuat dari tumpukan botol yang diisi air berwarna dan di bagian luarnya dililit oleh lampu hias.

    Menurut pihak gereja, botol digunakan sebagai bahan utama pembuatan pohon Natal atau Pohon Terang sebagai upaya daur ulang dan mengurangi sampah.

    "Pohon Natal-nya eco friendly (ramah lingkungan)," kata Romo Soverdi saat memimpin misa Natal Pagi di Gereja St. Yoseph Matraman.

    Tidak hanya pohon Natal, diorama goa tempat kelahiran Yesus Kristus yang berada di sebelah kiri altar juga dibuat dari koran dan kardus bekas.

    Kardus bekas itu digulung dan diisi oleh koran kemudian ditumpuk dan dicat hitam putih sehingga terlihat menyerupai goa.

    Saat ibadah misa Natal berlangsung, goa dan pohon Natal ramah lingkungan itu menjadi sorotan imam gereja. Beberapa kali Romo Soverdi menyebut makna di balik goa kelahiran Yesus Kristus yang patut jadi bahan renungan jemaat.

    Ibadah misa di Gereja St. Yoseph Matraman berlangsung empat kali selama perayaan Hari Natal, yaitu Natal Pagi pada pukul 07.00 WIB, Natal Siang pada pukul 09.00 WIB, Natal Sore pada pukul 16.30 WIB dan Natal Malam pada pukul 19.00 WIB.

    Selama ibadah misa Natal pagi berlangsung, jemaat memenuhi ruangan dalam gereja yang berkapasitas kurang dari 1.000 orang. Panitia gereja memasang tenda di halaman depan yang dapat menampung sekitar 2.500 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.