Polisi Selidiki Penyebab Anak Karen Idol Jatuh dari Apartemen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karen Pooroe atau Karen Idol (Instagram - @karenpooroe)

    Karen Pooroe atau Karen Idol (Instagram - @karenpooroe)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polsek Cilandak menyelidiki penyebab Zefania, putri Karen Pooroe alias Karen Idol yang berusia 6 tahun, terjatuh dari lantai 6 Tower A Apartemen The Aspen Residence, Cilandak, Jakarta Selatan. Peristiwa anak jatuh dari apartemen itu terjadi pada Jumat lalu.

    Kapolsek Cilandak Komisaris M. Marbun mengatakan pihaknya telah memeriksa beberapa saksi di lokasi termasuk ayah Zefania, Arya Satria Claproth yang tinggal dengan anaknya di apartemen itu.

    Dari keterangan Arya, Zefania Carina Claproth jatuh saat sang ayah tengah sibuk dengan laptopnya. Merasa tak ada aktivitas dari ZCC, Arya kemudian mencari keberadaan buah hatinya, termasuk di balkon apartemen. 

    "Dia melongok ke bawah dari balkonnya dan melihat anaknya tergeletak di taman samping apartemen," ujar Marbun dalam keterangan tertulisnya, Senin, 10 Februari 2020. 

    Arya kemudian bergegas turun dan mendapati tubuh anaknya sudah tergolek tak berdaya. Ia kemudian segera membawanya ke rumah sakit. 

    "Dibawa ke Rumah Sakit Mayapada dan di sana korban diketahui telah meninggal dunia,” ujar Marbun. 

    Kepada polisi, Arya menuturkan tak merasa khawatir dengan kondisi anaknya saat berkutat dengan laptop. Sebab, saat itu ia sempat melihat ZCC tengah bermain dan kondisi pintu apartemen masih terkunci. 

    Jenazah putri Karen Pooroe atau Karen Idol yang tewas setelah terjatuh dari gedung apartemen itu sudah dimakamkan keluarga di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Polisi masih terus menyelidiki karena pihak keluarga meminta polisi mengusut dugaan kelalaian dalam kasus ini. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.