Putrinya Tewas dan Alami KDRT, Karen Idol Minta Hukum Diperbaiki

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karen Pooroe atau Karen Idol (Instagram - @karenpooroe)

    Karen Pooroe atau Karen Idol (Instagram - @karenpooroe)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Karen Idol mengungkapkan keinginannya membuat petisi guna mengajak siapa pun untuk mendorong perbaikan perlindungan hukum bagi ibu dan anak. Keinginan itu disampaikan berdasarkan pengalaman pribadinya yang mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT dan kehilangan buah hati yang meninggal dunia.

    "Saya mohon kepada yang berwenang pemerintahan untuk mempertajam hukum dan perlindangan ibu dan anak jangan sampai ada karen dan Zefania yang lain," kata Karen Pooroe kepada awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 13 Februari 2020.

    Karen mengaku bahwa dirinya tidak mengerti fungsi berbagai lembaga perlindungan anak seperti KPAI, LPAI atau Komnas Anak. Dia tidak mengerti siapa yang harus bertindak jika seorang istri mengalami KDRT sepertinya. Dia juga menyayangkan rumitnya proses birokrasi dan administrasi di tingkat Kepolisian.

    "Saya mengalami KDRT. Saya sudah membawa bukti ke polisi ada birokrasi, a, b, c, d, e, f, g. Ada panggilan satu, dua, tiga, sementara anak ada di tangan seorang ayah yang sudah saya jelaskan. Misalnya, saya sudah dipukulin loh, kalau ini terjadi sama anak saya, saya sudah bilang. Kalau ini sampai meregang nyawa anak saya bagaimana?" kata jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol itu.

    Karen merasa bahwa proses birokrasi tersebut harus diperpendek. Penegak hukum diminta cepat merespon dan menindak. "Jadi dipertajam hukumnya, misalnya kayak orang kecelakaan di luar negeri itu ada 911, dalam hitungan menit bisa langsung diangkut," kata dia.

    Karen juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah enam bulan tidak diizinkan sang suami, Arya Satria Claproth bertemu anaknya, Zefania Carina. Hingga pada akhirnya, ia mendapati kabar bahwa putrinya yang baru berumur enam tahun meninggal dunia karena diduga jatuh dari lantai enam apartemen. Saat peristiwa nahas itu terjadi, Zefania diduga sedang bersama ayahnya.

    "Saya gak tahu, siapa yang merawat anak saya ketika Arya pergi, keluarganya juga blokir nomor saya," kata dia.

    Karen dan Arya saat ini memang sedang berproses cerai. Adapun penyebab kepastian dari kematian Zefania juga masih dalam tahap penyelidikan Polres Metro Jakarta Selatan. Hingga saat ini, belum ada tersangka yang ditetapkan oleh Kepolisian. Karen telah mengizinkan polisi untuk melakukan otopsi terhadap jenazah anaknya.

    Putri Karen Idol, Zefania Carina meninggal dunia pada Jumat, 7 Februari 2020. Perempuan berumur enam tahu itu diduga jatuh dari balkon lantai enam apartemen Aspen di Jalan RS Fatmawati, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Belakangan, apartemen itu diketahui merupakan milik dari artis peran, Marshanda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.