Banjir 1 Meter, Warga Tirta Mandala Tuntut Ganti Rugi Turap Jebol

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir setinggi pinggang orang dewasa atau 1 meter lebih genangi dua perumahan di Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu 16 Februari 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    Banjir setinggi pinggang orang dewasa atau 1 meter lebih genangi dua perumahan di Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu 16 Februari 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Depok – Warga perumahan Tirta Mandala, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong meminta perbaikan turap jebol secepatnya untuk mencegah banjir parah terulang kembali. Akibat dinding turap roboh yang menyebabkan tanggul rusak, perumahan itu terendam banjir setinggi 1 meter.    

    Warga RT04/RW18 Wiyoto mengatakan, akibat kejadian itu banyak kerugian yang dialami warga. “Banyak mesin cuci mati, kulkas mati, kasur terendam, furnitur pada rusak. Banyak deh,” kata Wiyoto kepada Tempo, Senin 17 Februari 2020.

    Wiyoto mengatakan, kejadian banjir kemarin merupakan bencana yang tidak diduga. Meski daerah itu langganan banjir, namun banjir kemarin diperparah turap jebol.

    “Tanpa terduga sama sekali, banjir biasanya paling selutut, tapi kemarin sampai satu meter, bahkan rumah yang biasanya tidak terkena banjir, kemarin banjir semua,” katanya.

    Menurut dia, banjir diperparah dengan dinding turap yang menurutnya tidak sesuai. “Ini perbuatan orang. Kalau musibah ya kita bisa terima, tapi ini kan kesalahan manusia,” ujarnya.

    Wiyoto pun meminta ganti rugi dari pemilik turap akibat kerugian yang dialami warga di perumahannya. “Warga terdampak harus ada semacam istilahnya penggantian, karena ini bukan musibah,” kata Yoto.

    Warga lainnya, Zahrul Darmawan mengatakan, pemerintah harus ikut bertanggungjawab karena sepanjang bantaran kali tersebut berdiri rumah-rumah yang posisinya lebih tinggi dari komplek perumahan.

    “Kok bisa ada bangunan persis disamping kali, apalagi posisinya lebih tinggi, kan riskan,” kata Zahrul

    Sebelum sejumlah rumah itu berdiri, area bantaran sungai tersebut merupakan lahan kosong yang banyak ditumbuhi pohon bambu. “Perizinannya seperti apa bangunan-bangunan itu, pemerintah harus tegas,” kata Zahrul warga RT05 RW 18 tersebut.

    Sabtu lalu, turap setinggi kurang lebih 20 meter ambruk saat hujan mengguyur Kota Depok. Akibatnya, aliran Kali Jantung yang mengalir persis di bawah turap tersebut tertutup puing dan air meluap.

    Banjir dari luapan Kali Jantung menyebabkan tiga RT di kawasan Tirta Mandala, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat terendam setinggi kurang lebih satu meter.

    Berdasar informasi, turap tersebut milik seorang warga dan pembangunannya diduga tanpa izin.

    Ketua RW 18 Tirta Mandala, Ardi mengatakan, pemilik turap sudah bermusyawarah dengan dirinya dan bersedia bertanggung jawab atas kejadian musibah tersebut. “Sudah, sudah koordinasi. Hasilnya beliau berbicara sama saya sendiri, siap bertanggungjawab, dalam hal perbaikan perbaikan, dampak dampak yang terkena banjir ya, beliau siap untuk menanggulangi semuanya,” kata Ardi.

    Ardi mengatakan, dalam waktu dekat pemilik turap akan membongkar turap tersebut dan mengganti dengan turap yang lebih aman. “Iya mau dirobohin dulu semuanya, intinya dia siap bertanggungjawab,” kata Ardi.

    Terkait kompensasi yang diminta warga akibat turap kali ambrol itu, Ardi akan mengarahkan warganya agar tidak menuntut hal yang berlebihan karena lokasi perumahan tersebut memang sering dilanda banjir. “Kita kan juga sudah terbiasalah disini banjir, cuma ini memang agak lebih karena ada turap jebol,” kata Ardi.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara