Awas Banjir Jakarta, Enam Pintu Air di Jakarta Siaga Tiga

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sarana pengendali banjir di Pintu Air Pasar Ikan Sunda Kelapa. TEMPO/ Fransiskus S

    Sarana pengendali banjir di Pintu Air Pasar Ikan Sunda Kelapa. TEMPO/ Fransiskus S

    TEMPO.CO, Jakarta - Enam pintu air berstatus siaga tiga usai Jakarta diguyur hujan sejak Sabtu dinihari, berdasarkan data laman posko banjir Sumber Daya Air DKI Jakarta pada pukul 05.50 Sabtu, 22 Februari 2020.

    Posko banjir Sumber Daya Air DKI Jakarta memantau sebanyak 21 pintu air dan pompa se Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat.

    Pintu Air Marina Ancol berstatus siaga tiga dengan ketinggian air 196 sentimeter. Ketinggian normal pintu air itu di bawah 170 sentimeter.

    Pintu air Pasar Ikan berstatus siaga tiga dengan ketinggian air 190 sentimeter. Ketinggian normal pompa pasar ikan di bawah 170 sentimeter.

    Dua pintu air itu merupakan penjaga wilayah Utara Jakarta dari rob atau naiknya air laut.

    Pintu Air Karet sumber air Banjir Kanal Barat berstatus siaga tiga dengan ketinggian air 509 sentimeter. Ketinggian normal pompa pasar ikan di bawah 450 sentimeter.

    Pintu Air Angke Hulu sumber Kali Angke berstatus siaga tiga ketinggian air 183 sentimeter. Ketinggian normal pintu air Angke berada di bawah 150 sentimeter.

    Pintu air lain yang berstatus siaga 3 adalah Pompa Kali Duri (Kalijodo), dengan ketinggian air 228 sentimeter. Ketinggian normal pintu air ini di bawah 220 sentimeter.

    Pompa Hek dengan sumber air Kali Baru Timur berstatus siaga tiga dengan ketinggian air 211 sentimeter. Ketinggian normal pintu air ini adalah di bawah 200 sentimeter.

    Banjir Jakarta kembali mengancam, karena pintu air Jembatan Merah yang dilalui aliran Sungai Ciliwung berstatus siaga 1 dengan ketinggian air 204 sentimeter. Demikian pula Pompa Yos Sudarso 1 dengan status siaga dua ketinggian air 216 sentimeter, ketinggian normalnya di bawah 140 sentimeter.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.