Corona di Jakarta, DKI Sebar Surat Edaran Cara Penanganan Pasien

Jumat, 6 Maret 2020 08:46 WIB

Satu unit mobil ambulans merapat ke Gedung Isolasi RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, pada Rabu, 4 Maret 2020. Tempo/Kiki Astari

TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau tenaga kesehatan memperhatikan kembali teknis penanganan pasien suspect Virus Corona COVID-19. Dinas menyebarkan cara penanganan itu lewat surat edaran nomor 18/SE/2020 tentang Kewaspadaan Terhadap Pneumonia Novel Coronavirus (nCoV).

Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Khaifah Any mengatakan surat edaran tersebut ditujukan kepada Para Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta, Para Direktur RS DKI Jakarta dan Para Kepala Puskesmas Kecamatan DKI Jakarta yang diterbitkan pada 22 Januari 2020.

"Kami mengimbau kepada semua Tenaga Kesehatan yang dalam praktiknya sering melakukan kontak langsung dengan banyak pasien, agar memperhatikan hal-hal teknis yang sudah dijelaskan," kata Any saat dihubungi di Jakarta, Kamis 5 Maret 2020.

Selain itu ada pula langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam upaya penanganan pasien jika diketahui merujuk pada gejala-gejala yang mengarah pada COVID-19.

Berikut cara penanganan pasien suspect virus corona COVID-19 dalam surat edaran Dinkes DKI:  

1. Untuk para Kepala Suku Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar melakukan:

a. Memastikan semua Puskesmas dan RS di wilayah kerjanya sudah membentuk tim surveilans rumah sakit (untuk antisipasi Kejadian Luar Biasa/KLB) dan melaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi.
b. Melakukan upaya komunikasi risiko dan edukasi kepada seluruh masyarakat melalui kerja sama lintas sektor terkait.
c. Segera melaporkan kepada Dinas Kesehatan melalui no.telp, Whatsapp, ataupun email bila menemukan kasus dugaan nCoV.
d. Bersama Puskesmas melakukan investigasi dan penanggulangan sesuai ketentuan yang berlaku untuk mencegah penularan dan penyebaran lebih lanjut.
e. Memastikan kompetensi petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan standar pencegahan penularan penyakit melalui udara.
f. Memfasilitasi rujukan kasus ke RS Rujukan.
g. Memantau perkembangan kasus-kasus pneumonia berat melalui media elektronik dan rilis dari sumber yang dapat dipercaya.

2. Bagi para Direktur Rumah Sakit untuk melakukan:

a. Melakukan sosialisasi internal kewaspadaan terhadap Pneumonia Novel Coronavirus pada unit-unit terkait.
b. Menanyakan riwayat perjalanan dari negara terjangkit selama 14 hari terakhir pada setiap pasien Pneumonia yang dirawat.
c. Segera melaporkan kasus Pneumonia berat dengan riwayat perjalanan dari negara terjangkit ke Suku Dinas Kesehatan di wilayah kerjanya dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. (daftar terlampir)
d. Melakukan koordinasi rujukan pasien ke RS Rujukan melalui Sudin Kesehatan dan Dinas Kesehatan.
e. RS Rujukan kasus Penyakit Infeksi Emerging sesuai SK Menteri Kesehatan No. 414/Menkes/SK/IV/2007 tentang Penetapan RS Rujukan Penanggulangan Flu Burung adalah:
i. RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Suroso
ii. RSPAD Gatot Subroto
iii. RSUP Persahabatan
f. Melakukan isolasi/ pemisahan pasien sementara selama menunggu proses rujukan.
g. Menyediakan dan memastikan kompetensi petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan stanjdar pencegahan penularan penyakit melalui udara.
h. Memfasilitasi proses investigasi kasus oleh tim antisipasi KLB Dinas Kesehatan.
i. Khusus kepada RS sentinel ILI/SARI tetap melakukan surveilans berbasis laboratorium sesuai pedoman yang berlaku.
j. Meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelaporan kasus potensial wabah dalam waktu 1x24 jam ke website surveilans-dinkesdki.net.
k. Memantau perkembangan kasus-kasus pneumonia berat melalui media elektronik dan rilis sumber yang dapat dipercaya.

3. Bagi para Kepala Puskesmas Kecamatan untuk melakukan:

a. Melakukan sosialisasi internal kewaspadaan terhadap Pneumonia Novel Coronavirus pada unit-unit terkait.
b. Melakukan edukasi/ penyuluhan kepada masyarakat secara langsung atau menggunakan media sosial untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
c. Menanyakan riwayat perjalanan dari negara terjangkit selama 14 hari terakhir pada setiap pasien Pneumonia yang ditemukan.
d. Segera melaporkan kasus Pneumonia berat dengan riwayat perjalanan dari negara terjangkit ke Suku Dinas Kesehatan di wilayah kerjanya dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. (daftar terlampir)
e. Melakukan koordinasi rujukan pasien ke RS Rujukan melalui Sudin Kesehatan dan Dinas Kesehatan.
f. RS Rujukan kasus Penyakit Infeksi Emerging sesuai SK Menteri Kesehatan No. 414/Menkes/SK/IV/2007 tentang Penetapan RS Rujukan Penanggulangan Flu Burung adalah:
i. RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Suroso
ii. RSPAD Gatot Subroto
iii. RSUP Persahabatan
g. Melakukan isolasi/ pemisahan pasien sementara selama menunggu proses rujukan.
h. Menyediakan dan memastikan kompetensi petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan standar pencegahan penularan penyakit melalui udara.
i. Melakukan investigasi dan penanggulangan sesuai ketentuan yang berlaku untuk mencegah penularan dan penyebaran lebih lanjut dan agar kejadian tidak meluas menjadi KLB/ Kejadian Luar Biasa.
j. Kasus kepada Puskesmas Sentinel ILI/SARI meningkatkan surveilans berbasis laboratorium ILI/SARI.
k. Meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelaporan kasus potensial wabah dalam waktu 1x24 jam ke website surveilans-dinkesdki.net dan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (skdr.surveilans.org).
l. Memantau perkembangan kasus-kasus pneumonia berat melalui media elektronik dan rilis sumber yang dapat dipercaya.






DBD Kota Tangerang Melonjak Akibat Banyaknya Tempat Perindukan Nyamuk

2 hari lalu

DBD Kota Tangerang Melonjak Akibat Banyaknya Tempat Perindukan Nyamuk

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang mengalami peningkatan akibat banyak tempat yang dijadikan nyamuk bertelur.


Hotel Bersejarah di Makau Ditutup karena Corona, 700 Orang Dilarang Keluar

3 hari lalu

Hotel Bersejarah di Makau Ditutup karena Corona, 700 Orang Dilarang Keluar

Sebanyak 700 orang di Hotel Fortune yang terletak di pusat perjudian Makau, ditutup setelah ditemukannya kasus Corona.


Tes Massal Covid-19 di Makau Masuk Hari Kedua

4 hari lalu

Tes Massal Covid-19 di Makau Masuk Hari Kedua

Tes massal Covid-19 di Makau akan berakhir pada Selasa, 21 Juni 2022.


Pasien Covid-19 Jakarta Naik 735 Orang

5 hari lalu

Pasien Covid-19 Jakarta Naik 735 Orang

Pasien Covid-19 Jakarta naik lagi sebanyak 735 orang per kemarin.


Update Covid-19 di Jakarta Hari ini: Ada Tambahan 735 Kasus Positif

5 hari lalu

Update Covid-19 di Jakarta Hari ini: Ada Tambahan 735 Kasus Positif

Update Covid-19 di Jakarta hari ini menunjukkan angka positivity rate sebesar 7,6 persen. Kasus aktif naik 456 kasus.


Warga Makau Tes Massal Covid-19

5 hari lalu

Warga Makau Tes Massal Covid-19

Tes massal Covid-19 dilakukan pada seluruh warga Makau setelah ditemukan ada 12 kasus penularan Covid-19 antar warga lokal.


Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta Tertinggi Kemarin, 1 Orang Meninggal

8 hari lalu

Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta Tertinggi Kemarin, 1 Orang Meninggal

Munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diduga menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta.


Update Covid-19 di Jakarta Hari ini: Ada Tambahan 696 Kasus Positif

8 hari lalu

Update Covid-19 di Jakarta Hari ini: Ada Tambahan 696 Kasus Positif

Update Covid-19 hari ini, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat penambahan 696 kasus baru positif Covid-19 hari ini.


Bank Dunia Kucurkan Pinjaman ke Afrika Selatan untuk Beli Vaksin Virus Corona

10 hari lalu

Bank Dunia Kucurkan Pinjaman ke Afrika Selatan untuk Beli Vaksin Virus Corona

Afrika Selatan telah menjadi negara tertinggi kasus virus coronanya di Benua Afrika.


2 Penyebab Kenaikan Kasus Covid-19 di Jakarta dalam 4 Pekan Terakhir

10 hari lalu

2 Penyebab Kenaikan Kasus Covid-19 di Jakarta dalam 4 Pekan Terakhir

Kasus Covid-19 di Indonesia, tak terkecuali Jakarta, meningkat setelah munculnya subvarian baru Omicron, yaitu Omicron BA.4 dan BA.5