Breaking News: Sastrawan Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sastrawan Sapardi Djoko Damono merilis novel terbarunya, Yang Fana Adalah Waktu. Buku ini melengkapi dua judul sebelumnya: Hujan Bulan Juni dan Pingkan Melipat Jarak. Jumat, 16 Maret 2017 (TEMPO/AISHA)

    Sastrawan Sapardi Djoko Damono merilis novel terbarunya, Yang Fana Adalah Waktu. Buku ini melengkapi dua judul sebelumnya: Hujan Bulan Juni dan Pingkan Melipat Jarak. Jumat, 16 Maret 2017 (TEMPO/AISHA)

    TEMPO.CO, Jakarta Sastrawan Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2020. Istri Sapardi, Sonya Sondakh mengatakan guru besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia itu meninggal pada pukul 9.17. 

    Sapardi meninggal di Rumah Sakit Eka Hospital BSD. Ia dirawat sejak 9 Juni 2020. "Langsung dirawat di ICU Eka Hospital," kata perwakilan keluarga, Tatyana Soebianto saat di rumah duka, Ahad 19 Juni 2020.

    Menurut Tatyana setelah masuk rumah sakit pada 9 Juni 2020, almarhum sempat dipindah ke ruang rawat biasa. Beberapa hari terakhir kondisi kesehatannya terus menurun, sampai akhirnya tadi pagi meninggal.

    "Kalau tentang penyakitnya kami hanya bisa menjelaskan, bapak menderita komplikasi dan selama dua tahun belakangan sudah sering dirawat," ujarnya.

    Sapardi Joko Damono lahir di Surakarta, 20 Maret 1940. Ia dikenal dengan sajak legendarisnya Hujan Bulan Juni. Dalam dunia kependidikan, Sapardi pernah menjadi Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia periode 1995-1999.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.