Pakai Sabu, Eks Drummer Band BIP: untuk Kangen-kangenan Saja

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Sudjarwoko menunjukkan barang bukti yang disita dalam kasus penyalahgunaan narkotika dengan tersangka JH, seorang musisi. Jumat, 4 September 2020, TEMPO/Wintang Warastri.

    Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Sudjarwoko menunjukkan barang bukti yang disita dalam kasus penyalahgunaan narkotika dengan tersangka JH, seorang musisi. Jumat, 4 September 2020, TEMPO/Wintang Warastri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks Drummer band BIP Jaka Hidayat ditangkap Polres Metro Jakarta Utara saat hendak bertransaksi narkoba jenis sabu pada Rabu, 2 September 2020. Lewat konferensi pers pada hari ini, Jumat, September 2020, Jaka mengungkapkan alasannya menjadi pengguna.

    “Buat kangen-kangenan saja, karena waktu itu sudah sempat berhenti,” kata dia.

    Berdasarkan penyelidikan Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara sejauh ini, Jaka sudah menjadi pengguna sejak 2002. Polisi menilai pengakuan Jaka masih simpang-siur, meski begitu mereka mencatat setidaknya tersangka sudah mulai menggunakan lagi selama 2 bulan sebelum ditangkap.

    Diketahui pada Rabu, 2 September 2020 Polres Metro Jakarta Utara menangkap Jaka di Hotel C di daerah Jakarta Utara.

    ADVERTISEMENT

    Kejadian berawal dari ditangkapnya tersangka lainnya, MY yang merupakan kurir dari musikus tersebut. Mereka tertangkap basah hendak bertransaksi dengan barang bukti 1 klip plastik berisikan 0,34 gram sabu, juga 2 buah telepon genggam.

    Saat konferensi pers, Jaka menyampaikan permintaan maafnya kepada publik, sembari mengajak mereka yang masih menggunakan narkotika untuk berhenti. “Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, dan berjanji tidak akan menggunakan lagi,” katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.