Tawarkan Bantuan ke DKI, Ridwan Kamil: Sesama NKRI Harus Kompak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melambaikan setibanya di puskesmas Garuda, kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, Jumat 28 Agustus 2020. Kunjungan tersebut dalam rangka mendapatkan penyuntikan pertama sebagai relawan pada uji klinis tahap III vaksin COVID-19 Sinovac. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melambaikan setibanya di puskesmas Garuda, kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, Jumat 28 Agustus 2020. Kunjungan tersebut dalam rangka mendapatkan penyuntikan pertama sebagai relawan pada uji klinis tahap III vaksin COVID-19 Sinovac. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menawarkan bantuan untuk menampung pasien Covid-19 dari DKI Jakarta di rumah sakit yang ada di Bogor, Depok, dan Bekasi.

    Tawaran ini diajukan mengingat kondisi kritis tingkat keterisian rumah sakit yang ada di Ibu Kota.

    "Kami menawarkan karena keterisian rumah sakit di Jawa Barat masih baik, di angka 35 persen-an, maka kalau DKI Jakarta kewalahan kita menawarkan rumah sakit di Bodebek untuk dipergunakan atas nama kemanusiaan," katanya usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat di Kota Bandung, Jumat, 11 September 2020.

    Ridwan Kamil mengatakan, inilah pentingnya memahami bahwa menangani Covid-19 itu jangan dipilah-pilah selalu oleh berdasarkan administrasi atau wilayah politik.

    Dia mengemukakan pentingnya kekompakan dalam upaya menanggulangi penularan Covid-19.

    "Ini sesama manusia, sesama NKRI kita harus kompak, kurangi kata kompetisi, perbanyak kata kolaborasi, karena kita sama-sama NKRI," kata dia.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan adanya peningkatan keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

    Menurut dia, hampir 70 persen tempat tidur pasien di ruang isolasi dan unit perawatan intensif di 67 rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di wilayah DKI Jakarta sudah terisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.