Wagub DKI Ungkap Alasan Ada Stiker di Rumah Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di kantornya, Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat 4 September 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di kantornya, Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat 4 September 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta membolehkan pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, rumah yang ditempati pasien itu akan ditempel stiker khusus.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan alasan rumah dipasangi stiker khusus agar masyarakat dan petugas tahu kewajibannya.

    "Ya kan harus diberi tanda, supaya orang yang bertugas mengerti. Lingkungan masyarakat tahu, keluarga tahu, semua tahu. Supaya semuanya memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Semua harus diberi tanda agar tidak salah," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Riza menyebut pemasangan stiker khusus bertuliskan "sedang melakukan isolasi mandiri" tersebut bertujuan selain membangun kewajiban, juga agar masyarakat menyadari tugasnya sehingga minim kesalahan.

    Hal tersebut juga tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 980 Tahun 2020 bahwa masyarakat yang ingin menjalani isolasi mandiri di rumah harus memenuhi sejumlah syarat dan penilaian.

    Dalam Kepgub DKI Jakarta Nomor 980 Tahun 2020, aturan mengenai isolasi mandiri bisa dilakukan di rumah tertuang pada poin H yang berisi penjelasan rinci mengenai prosedur isolasi mandiri yang dilakukan di rumah atau fasilitas pribadi.

    Adapun, prosedur isolasi mandiri jika ingin melakukan di rumah atau fasilitas pribadi dalam Kepgub 980 Tahun 2020 adalah:

    1. Pemantauan kondisi kesehatan pasien secara berkala oleh Puskesmas terdekat;
    2. Pengawasan lokasi isolasi dilakukan oleh lurah dengan melibatkan Gugus Tugas RW/RT atau pihak lainnya yang dianggap mampu dan penegakan disiplin bersama instansi terkait bila terjadi pelanggaran dalam proses isolasi terkendali pada fasilitas lainnya;
    3. Lurah menempel atau memasang pengumuman 'sedang melakukan isolasi mandiri' pada pintu atau tempat yang mudah terlihat;
    4. Pasien harus selalu proaktif berkomunikasi dengan petugas kesehatan;
    5. Manfaatkan fasilitas telemedicine atau media sosial kesehatan;
    6. Pasien tetap tinggal di rumah dan jangan pergi bekerja dan ke ruang publik;
    7. Pasien tidak diperkenankan untuk berinteraksi langsung dengan keluarga atau kerabat selama masa isolasi terkendali;
    8. Gunakan kamar terpisah di rumah dari anggota keluarga yang lainnya jika melakukan isolasi bersama orang lain. Jika memungkinkan upaya menjaga setidaknya satu meter dari orang lain;
    9. Gunakan selalu masker selama masa isolasi diri;
    10. Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas;
    11. Hindari pemakaian bersama peralatan makan jika melakukan isolasi mandiri bersama orang lain (piring, sendok, garpu, gelas) dan peralatan mandi (handuk, sikat gigi, gayung) dan seprai;
    12. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mengonsumsi makanan bergizi, membersihkan tangan secara rutin, mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir dan lakukan etika batuk/bersin;
    13. Jika memungkinkan berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi;
    14. Jaga kebersihan rumah dengan cairan disinfektan;
    15. Membuang sampah bekas keperluan pribadi pada wadah yang tertutup rapat;
    16. Segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk (seperti sesak napas) untuk dirawat lebih lanjut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra