Longsor dan Banjir di Ciganjur, Camat: Pembenahan Sungai Selesai Sekitar Sepekan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat lokasi tanah longsor di Jalan Damai, Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad, 11 Oktober 2020. Kejadian tersebut membuat seorang warga meninggal dan dua orang mengalami luka-luka. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Warga melihat lokasi tanah longsor di Jalan Damai, Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad, 11 Oktober 2020. Kejadian tersebut membuat seorang warga meninggal dan dua orang mengalami luka-luka. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Camat Jagakarsa Alamsyah memperkirakan pembenahan bantaran Kali Setu, Ciganjur, akibat longsor dinding turap perumahan Melati Residence, yang memicu banjir di Ciganjur akan beres dalam waktu seminggu.

    Namun, kata dia, waktu satu minggu itu baru sebatas untuk membersihkan lumpur dan longsoran material bangunan yang menghambat aliran sungai.

    Sedangkan untuk dinding turap dan pembangunan lainnya akan memakan waktu yang lebih lama.

    “Kalau hitungan saya, kalau hanya lumpur, seminggu. Tapi kalau sama pembangunannya ya bisa lebih dari itu,” ujar Alamsyah kepada Tempo di lokasi longsor Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Baca juga : Banjir di Ciganjur, Wagub DKI Sebut Ada Pelanggaran Tata Ruang

    Tembok perumahan Melati Residence longsor pada Sabtu, 10 Oktober lalu. Longsoran material bangunan itu kemudian menutup aliran sungai Kali Setu, sehingga air meluap dan membanjiri rumah warga sekitar.

    Bersadasarkan taksiran Alamsyah, proses pembenahan yang dilakukan saat ini masih 30 persen selesai. Menurut Camat Jagakarsa itu, kendala yang dihadapi selama ini ialah sempitnya jalan menuju lokasi longsor, sehingga tidak bisa diakses oleh alat berat jenis besar, dan hanya bisa bisa dilewati alat berat jenis sedang.

    “Baru 30 persen. Alat berat gak bisa masuk. Susah. Hanya alat berat sedang saja,” ujar Alamsyah.

    ACHMAD HAMUDI ASSEGAF l DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.