RS Darurat Wisma Atlet Bikin Riset Deteksi Dini Covid-19 Lewat Mata

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di area zona kuning Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 7 Desember 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Suasana di area zona kuning Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 7 Desember 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Unit Riset Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran mengadakan riset deteksi dini Covid-19 dengan observasi dan swab mata.  

    "Ini bisa menjadi skrining yang cepat dan murah untuk mengetahui siapa yang terinfeksi Covid-19 sehingga mempercepat penanganan pandemi,” kata Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC-19) Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Dr dr Tugas Ratmono di Jakarta, Senin, 21 Desember 2020.

    RSDC-19 menemukan keluhan mata yang mendahului gejala sistemik orang terinfeksi Covid-19 cukup tinggi persentasenya. Temuan itu mendorong RSDC-19 melakukan riset deteksi dini Covid-19 lewat observasi dan tes usap mata.

    Hipotesa penelitian ini adalah virus Corona (SARS CoV-2) juga menyebar ke mata. Hal itu terjadi karena mata dan rongga hidung terhubung lewat sebuah saluran. Pada masa pandemi Covid-19, orang memang dilarang mengucek mata dengan tangan karena mata menjadi salah satu pintu masuk virus corona ke tubuh manusia.

    Pada Sabtu siang 19 Desember 2020, Tugas Ratmono mengunjungi Unit Riset RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Mereka berdiskusi dengan dr Rina La Distia Nora SpM (K) PhD sebagai peneliti utama RSDC-19 Wisma Atlet Kemayoran dan para peneliti lain, dr Rina Dwi Ningtias Mei Riasanti dan dr Gladya Utami.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.