Ini Sebab Tiap Tanggal 22 ASN Kota Bogor Berpakaian Ala Santri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Edi Nursalam (kanan) bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (kedua kiri) saat memantau operasional perjalanan KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin, 20 April 2020. Pemantauan pada hari keenam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor tersebut menunjukkan adanya penurunan drastis penumpang KRL Commuter Line yang mencapai 85 persen per hari sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran virus Corona (COVID-19). ANTARA

    Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Edi Nursalam (kanan) bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (kedua kiri) saat memantau operasional perjalanan KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin, 20 April 2020. Pemantauan pada hari keenam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor tersebut menunjukkan adanya penurunan drastis penumpang KRL Commuter Line yang mencapai 85 persen per hari sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran virus Corona (COVID-19). ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Pemerintah Kota Bogor telah menetapkan setiap tanggal 22 aparatur sipil negara yang beragama Islam mengenakan pakaian ala santri.

    "Aturan ini berlaku untuk seluruh ASN tidak terkecuali (semua Instansi)," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim dikonfirmasi Tempo, Rabu 31 Maret 2021.

    Dedie mengatakan aturan ASN diwajibkan menggunakan pakaian dinas ala santri bagi yang beragama Islam, artinya pegawai non muslim bisa menyelaraskan dengan pakaian yang rapih dan sopan.

    Baca juga: Bima Arya Atur Pakaian Dinas PNS Pemkot Bogor, Begini Rinciannya

    Dasar aturan ini, menurut Dedie, selain Perwali juga merunut pada peraturan belasan lembaga negara di pusat Pemerintahan dan juga Peraturan Gubernur Jawa Barat nomor 15 tahun 2021 tentang perubahan kedua Pergub nomor 99 tahun 2015. "Dasar (perubahan Perwali no 13) adalah Pergub Jabar," ucap Dedie. 

    Penggunaan pakaian dinas wajib ala santri pada setiap tanggal 22, Dedie menyebut bukan berarti Pemerintah Kota Bogor hendak menjadikan Kota Bogor sebagai kota santri meski di Kota Bogor memiliki 144 Pondok Pesantren.

    Akan tetapi, Dedie mengatakan, penggunaan pakaian dinas ala santri untuk menguatkan identitas Islam yang memiliki akar budaya lokal khas santri yakni bersarung, berpeci serta mengangkat identitas dan nilai Islam yang santun, bermartabat dan penuh toleransi. "Tidak terkait menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Santri. Pemakaiannya pun hanya tiap tanggal 22 saja, peringatan hari Santri Nasional di bulan Oktober," kata Dedie. 

    M.A MURTADHO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.