Ada yang Nekat Mudik Berbekal Surat PHK di Terminal Pulogebang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memasang stiker khusus pada armada bus yang diperbolehkan beroperasi saat masa larangan arus mudik di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa 4 Mei 2021. Kemenhub memberikan pengecualian pada bus-bus dengan stiker khusus di Terminal Pulogebang dan Terminal Kalideres pada periode larangan mudik Lebaran, 6-17 Mei 2021 untuk mengangkut orang dengan kepentingan mendesak perjalanan non-mudik, seperti perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan keluarga meninggal atau ibu hamil yang didampingi satu orang keluarga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Petugas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memasang stiker khusus pada armada bus yang diperbolehkan beroperasi saat masa larangan arus mudik di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa 4 Mei 2021. Kemenhub memberikan pengecualian pada bus-bus dengan stiker khusus di Terminal Pulogebang dan Terminal Kalideres pada periode larangan mudik Lebaran, 6-17 Mei 2021 untuk mengangkut orang dengan kepentingan mendesak perjalanan non-mudik, seperti perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan keluarga meninggal atau ibu hamil yang didampingi satu orang keluarga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Pelaksana Operasional dan Kemitraan Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulogebang, Afif Muhroji, mengatakan masih ada masyarakat yang nekat mudik tanpa mengantongi surat izin keluar masuk atau SIKM.

    "Ini menjadi kendala kami. Mereka tidak bawa surat dinas atau SIKM, tapi maksa untuk tetap mudik dari Terminal Pulogebang," kata Afif saat dihubungi, Jumat, 7 Mei 2021.

    Pada hari pertama larangan mudik Kamis kemarin, kata dia, Terminal Pulogebang memberangkatkan 27 penumpang nonmudik ke sejumlah wilayah dengan menggunakan 11 bus antarkota antarprovinsi. Selain itu, Terminal Pulogebang juga menolak tujuh orang yang mau mudik karena tidak memenuhi syarat.

    Beberapa orang yang ditolak itu, kata dia, memaksa untuk tetap mudik dengan hanya membawa surat keterangan pemutusan hubungan kerja atau PHK. Mereka beralasan sudah tidak punya penghasilan dan tempat tinggal untuk bertahan di Ibu Kota.

    "Kami sebenarnya kasihan dengan pemudik itu yang sudah tidak punya kerjaan. Tapi kami harus menjalankan aturan dan mereka tetap kami tolak," ujarnya.

    Sedangkan hari ini hingga pukul 14.00, Terminal Pulogebang telah memberangkatkan lima bus dengan 10 penumpang. "Jadi total penumpang nonmudik dari kemarin hingga siang ini yang berangkat dari Terminal Pulogebang mencapai 37 Orang."

    Afif menuturkan setiap bus yang beroperasi selama larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 ditempel stiker khusus dari Kementerian Perhubungan. Bus yang tidak berstiker, kata dia, dilarang mengangkut penumpang selama larangan mudik lebaran.

    Selain itu, selama masa larangan mudik ini seluruh penumpang juga wajib menyertakan hasil pemeriksaan PCR atau pun tes antigen atau GeNose dengan hasil negatif Covid-19 yang berlaku 1x24 jam. "Sopir dan kondektur yang di dalam bus juga kami tes urine dan GeNose untuk memastikan keamanan mereka," ujarnya.

    Baca juga: Larangan Mudik, PSI Kritik Pemprov DKI Soal SIKM Mepet dan Minim Sosialisasi

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.