Kapolda Metro Jaya: 1 Juta Orang Keluar-Masuk Jabodetabek Sebelum Larangan Mudik

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurrahman, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran di Bundaran Hotel Indonesia, Rabu petang, 12 Mei 2021. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurrahman, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran di Bundaran Hotel Indonesia, Rabu petang, 12 Mei 2021. TEMPO/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran mengatakan 1 juta orang melakukan perjalan keluar dan masuk Jabodetabek sebelum larangan mudik diberlakukan. Larangan mudik itu berlaku 6-17 Mei 2021.

    "Jumlah kendaraan yang keluar-masuk di gerbang Tol Cikupa dan Cikarang Barat itu sekitar 700 ribu. Kemudian data penumpang melalui kereta api dan udara sekitar 300 ribu," kata Fadil di Balai Kota, Jumat, 14 Mei 2021.

    Selain masyarakat yang mudik menggunakan kendaraan roda empat, kereta api dan pesawat, banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor. Para pemudik sepeda motor disebut melintas dari wilayah Kedungwaringin menuju ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    "Ada sekitar 100-200 ribu masyarakat yang tetap nekat untuk pulang kampung," kata Fadil.

    Meski ada sekitar satu juta orang sudah mudik sebelum pemberlakuan pelarangan, Kapolda Metro Jaya mengklaim penyekatan mudik 2021 efektif mengurangi arus keluar-masuk DKI Jakarta sebesar 50 persen.

    Data keluar masuk Jakarta itu, kata Kapolda Metro Jaya menjadi dasar Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda DKI Jakarta menggelar rapat untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 usai libur Lebaran di Balai Kota DKI pada hari ini.

    Baca juga: Anies Baswedan Siapkan Screening Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Mudik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.