Anies Baswedan Putuskan Perkantoran di Zona Merah Terapkan WFH 75 Persen

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan kepada media usai mengikuti apel bersama Penegakan Pendisiplinan PPKM Berskala Micro TA 2021 di Jakarta, Minggu, 13 Juni 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, apel kesiapan tersebut dilakukan terkait dengan adanya penambahan kasus COVID-19 di Jakarta yang tinggi dalam satu pekan terakhir yaitu dari 11.500 pada 6 Juni lalu menjadi 17.400. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan kepada media usai mengikuti apel bersama Penegakan Pendisiplinan PPKM Berskala Micro TA 2021 di Jakarta, Minggu, 13 Juni 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, apel kesiapan tersebut dilakukan terkait dengan adanya penambahan kasus COVID-19 di Jakarta yang tinggi dalam satu pekan terakhir yaitu dari 11.500 pada 6 Juni lalu menjadi 17.400. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan perkantoran yang berada di zona merah Covid-19 membatasi jumlah karyawan atau work from office (WFO) maksimal 25 persen dari kapasitas. Keputusan ini berlaku baik untuk perkantoran swasta, pemerintah, dan BUMN/BUMD.

    "Zona merah work from home atau WFH sebesar 75 persen dan WFO sebesar 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat," kata dia dalam keputusannya yang dikutip Tempo hari ini, 17 Juni 2021.

    Hal itu tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Nomor 759 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Berbasis Mikro. Anies meneken keputusan ini pada 14 Juni 2021.

    Sementara itu, untuk perkantoran yang berada di zona kuning dan oranye harus membatasi jumlah orang maksimal hanya 50 persen, sesuai aturan selama ini. Dia mengingatkan agar perusahaan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

    ADVERTISEMENT

    Sebelumnya, Anies memperpanjang PPKM mikro di Ibu Kota mulai 15 Juni hingga 28 Juni 2021. Menurut dia, Jakarta kini tengah dalam kondisi yang perlu perhatian ekstra.

    "Bila kondisi sekarang tak terkendali, kita akan masuk fase genting, dan jika fase itu terjadi, maka kita harus ambil langkah drastis seperti yang pernah dialami bulan September dan Februari tahun lalu," kata Anies Baswedan dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 15 Juni 2021.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.