Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bea Cukai Usut Dugaan Penyelundupan Miras Melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

image-gnews
Gelar barang bukti minuman keras hasil penyelundupan di Jakarta, Selasa (12/1). Sebanyak  131.347 botol minuman keras asal korea berhasil digagalkan dalam kegiatan operasi selama Desember 2009 sampai januari 2010. TEMPO/Tony Hartawan
Gelar barang bukti minuman keras hasil penyelundupan di Jakarta, Selasa (12/1). Sebanyak 131.347 botol minuman keras asal korea berhasil digagalkan dalam kegiatan operasi selama Desember 2009 sampai januari 2010. TEMPO/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Bea Cukai tengah mengusut penyelundupan satu kontainer minuman keras melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Perusahaan importir tersebut, PT MKA diduga sempat mendapatkan jalur hijau untuk memasukkan minuman keras tersebut.

Perusahaan yang beralamat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat itu diduda mendapat akses khusus. Perusahaan menyamarkan kiriman barang sebagai barang tekstil. Tapi setelah kontainer dibongkar, terungkap bahwa isinya minuman beralkohol.

Tempo menanyakan dugaan penyelundupan miras ini kepada Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Galih Elham Setiawan. Ia mengatakan sejak dia menjabat pada Juli 2023 telah mendeteksi satu kontainer yang digunakan PT MKA untuk menyelundupkan miras.

Dia mengatakan, kantornya saat ini tengah menangani kasus penyelundupan itu. “Saat ini yang sedang kami lakukan pemeriksaan fisik adalah importasi dari PT MKA,” kata dia kepada Tempo, Sabtu, 4 Mei 2024.

PT MKA kedapatan menyelundupkan miras sejak Maret 2024 dan telah ditegah bulan itu pula. Tapi, Bea Cukai Tanjung Emas baru membongkarnya pada akhir April 2024. Pembongkaran itu dilakukan setelah Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan menyurati Bea Cukai Tanjung Emas. Pemeriksaan terhadap kontainer itu akhirnya dilakukan oleh Bea Cukai Tanjung Emas bersama Itjen Kemenkeu.

Dalam dokumen surat bertanggal 8 Maret 2024 yang didapatkan Tempo, Itjen Kemenkeu meminta Bea Cukai Tanjung Emas memberikan atensi kepada dua kontainer yang masuk wilayah pengawasannya, yakni milik PT MKA dan PT SPN. Itjen Kemenkeu juga meminta Bea Cukai Tanjung Emas menerbitkan Nota Hasil Intelijen serta pemindaian x-ray kepada dua kontainer itu.

“Selanjutnya, Saudara dapat memberikan informasi jadwal pelaksanaan pemeriksaan fisik agar dapat dilakukan pengawasan oleh KPPBC TMP (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean) Tanjung Emas bersama Inspektorat Jenderal,” tulis surat yang ditandatangani secara elektronik oleh Inspektur Bidang Investigasi Inspektorat Jenderal Kemenkeu Peter Umar itu, Jumat, 8 Maret 2024.

Galih membantah pembongkaran dilakukan lantaran kantornya menerima surat dari Itjen Kemenkeu. Menurut dia, kontainer PT MKA berisi miras selundupan itu masuk ke dalam jalur merah. Dengan begitu, importir harus menyerahkan surat kesiapan pemeriksaan fisik sebelum diperiksa. “Yang bersangkutan punya hak 30 hari untuk dia mengajukan pemeriksaan. Kami tunggu. Setelah lewat waktu, baru kami periksa,” kata dia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ihwal surat dari Itjen Kemenkeu, Galih menyebut tak masalah dengan itu. Dia mengklaim Bea Cukai Tanjung Emas telah menjalankan pemeriksaan sesuai prosedur.  Tanpa surat itu, dia menyebut Bea Cukai Tanjung Emas tetap akan memeriksa kontainer PT MKA setelah 30 hari. “Surat dari inspektorat kan langsung minta diperiksa langsung,” ujar dia.

Galih mengatakan kantornya selalu berusaha memperbarui analisis data setiap barang yang memasuki wilayah pengawasannya. Dengan begitu, dia menyebut setiap anomali akan membuat jalur importasinya bisa menjadi merah. “Catatan, penjaluran merah atau hijau bukan di kantor pelayanan tapi domain kantor pusat. Kami hanya meng-update data bulanan untuk analisa anomali datanya,” kata dia.

Galih mengaku tak mengetahui perihal dugaan kedekatan importir miras itu dengan petinggi aparat hukum. Dia mengatakan, kantornya tak menyelidiki sejauh itu. Meski begitu, dia mengaku tak masalah dengan status importir. “Kalau toh salah tetap kami periksa,” ujar dia.

Setelah pemeriksaan fisik selesai, Galih menyatakan akan memanggil pemilik PT MKA. Pemeriksaan fisik itu juga bertujuan untuk mencari barang bukti sebagai dasar pemanggilan. Menurut dia, pemeriksaan fisik bisa selesai dalam satu hari. Tapi bila pemeriksaan fisik itu dilanjutkan dengan penelitian apalagi penyidikan, dia mengatakan kantornya harus detail. “Jangan sampai salah di situ karena nanti ada berita acaranya. Salah dikit berbahaya,” kata dia.

Galih mengatakan belum menghitung kerugian yang dialami negara akibat penyelundupan miras itu. Sebab, Bea Cukai Tanjung Emas sampai saat ini masih meneliti merek barang selundupan itu satu per satu. Tapi dia memperkirakan angka di kisaran Rp1 sampai dengan Rp1,5 miliar. “Tergantung jenis barang ini yang mahal atau yang murah,” kata dia.

Pilihan Editor: Bea Cukai Kesulitan Ungkap Jaringan Penyelundupan 10.539 Botol Miras Ilegal di Bangka Belitung

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Upaya Penyelundupan Benih Lobster Rp 5,7 Miliar Tujuan Vietnam dan Singapura Digagalkan

1 hari lalu

Barang bukti benih bening lobster sitaan Polres Bandara Soekarno-Hatta, FOTO: Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta
Upaya Penyelundupan Benih Lobster Rp 5,7 Miliar Tujuan Vietnam dan Singapura Digagalkan

Polresta Bandara Soetta menggagalkan upaya penyelundupan ratusan ribu ekor benih bening Lobster (BBL) ke Vietnam dan Singapura pada Jumat kemarin.


Polres Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan 125.310 Ekor Benih Bening Lobster ke Vietnam

2 hari lalu

Barang bukti benih bening lobster sitaan Polres Bandara Soekarno-Hatta, FOTO: Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta
Polres Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan 125.310 Ekor Benih Bening Lobster ke Vietnam

Polres Bandara Soekarno-Hatta menangkap 2 tersangka penyelundupan benih bening lobster yang akan dikirim ke luar negeri.


Polisi Sita 675 Motor Honda yang Ditilep dari Dealer untuk Diekspor, Ini Kronologi Kasusnya

3 hari lalu

Polisi memeriksa barang bukti usai Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Fidusia dan atau Penipuan dan atau Penggelapan dana atau Penadahan Kendaraan Bermotor Jaringan Internasional di Slog Polri, Cipinang, Jakarta Timur, Kamis, 18 Juli 2024. Sepeda motor sebanyak 675 unit dan dokumen pendukung adanya transaksi pengiriman sebanyak sekitar 20 ribu sepeda motor dalam rentang waktu Februari 2021 hingga Januari 2024. Dampak kerugian ekonomi dalam kasus ini sekitar Rp.876 miliar. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Polisi Sita 675 Motor Honda yang Ditilep dari Dealer untuk Diekspor, Ini Kronologi Kasusnya

Total ada 675 motor Honda senilai Rp 826 miliar yang disita polisi. Negara tujuan ekspornya Vietnam, Rusia, Hong Kong, Taiwan dan Nigeria.


KKP Ungkap Titik Rawan Penyelundupan Benih Bening Lobster

4 hari lalu

Polisi menunjukkan barang bukti berupa benih lobster saat pengungkapan kasus penyelundupan di Mako Polairud Baharkam Polri, Jakarta Utara, Jumat, 17 Mei 2024. Korpolairud Baharkam Polri bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggagalkan penyelundupan sekitar 91.246 ekor benih bening lobster (BBL) senilai Rp19,2 miliar yang berasal dari perairan di daerah Jawa Barat. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
KKP Ungkap Titik Rawan Penyelundupan Benih Bening Lobster

KKP menyatakan ada empat titik rawan penyelundupan benih benur lobster atau BBL.


Dirjen Bea Cukai Buka Suara Soal Impor Tekstil Ilegal

5 hari lalu

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, memaparkan peran penting lembaganya bagi perekonomian kepada media di tengah ramai kecaman masyarakat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Mei 2024. TEMPO/Ilona
Dirjen Bea Cukai Buka Suara Soal Impor Tekstil Ilegal

Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani menyatakan siap menerima masukan dari asosiasi pengusaha tekstil terkait adanya impor tekstil ilegal.


Kadin Minta Satgas Pemberantasan Impor Ilegal Melibatkan Kepolisian dan Bea Cukai

7 hari lalu

Yukki Nugrahawan Hanafi. Foto : Interport
Kadin Minta Satgas Pemberantasan Impor Ilegal Melibatkan Kepolisian dan Bea Cukai

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta satgas pemberantasan impor ilegal melibatkan kepolisian dan bea cukai.


Perusahaan Penerima Fasilitas Kawasan Berikat Diduga Selundupkan 1 Kontainer Garmen Lewat Semarang

9 hari lalu

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2024. Pemerintah akan mengenakan bea masuk tambahan demi melindungi produk lokal dari gempuran barang impor. TEMPO/Tony Hartawan
Perusahaan Penerima Fasilitas Kawasan Berikat Diduga Selundupkan 1 Kontainer Garmen Lewat Semarang

PT Sunjaya diduga menyelundupkan 1 kontainer garmen yang saat ini beredar di pasaran. Padahal, perusahaan ini hanya memiliki izin impor tekstil.


Pria Diciduk di China dalam Penyelundupan 100 Ular Hidup di Celananya

10 hari lalu

Ilustrasi ular piton. Reuters
Pria Diciduk di China dalam Penyelundupan 100 Ular Hidup di Celananya

Seorang pria kedapatan melakukan aksi penyelundupan nekat di Shenzhen, sebuah kota perbatasan di China.


Waduh, Penumpang Ini Bawa 104 Ular Hidup di Saku Celana Lewat Pelabuhan

11 hari lalu

Seorang penumpang bawa 104 ular di celana (China customs)
Waduh, Penumpang Ini Bawa 104 Ular Hidup di Saku Celana Lewat Pelabuhan

Pria tersebut memasukkan ular ke dalam saku ketika dia mencoba melewati pos pemeriksaan tanpa terdeteksi.


Produsen Tekstil Sebut Pemerintah Tak Serius Berantas Impor Ilegal: Pakaian Jadi Label Cina Dijual di Bawah Rp 20 Ribu

11 hari lalu

Pedagang tengah menata gulungan kain dalam toko di kawasan Cipadu, Tangerang, Banten, Kamis, 11 Januari 2024. Sementara Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, industri industri TPT mengalami perlambatan sejak kuartal ketiga 2022 hingga mencatat penurunan di tahun 2023 sertakondisi ekonomi global menjadi hambatan ekspor dan tingginya stok Cina menyebabkan barang impor legal dan ilegal membanjiri pasar domestik. Tempo/Tony Hartawan
Produsen Tekstil Sebut Pemerintah Tak Serius Berantas Impor Ilegal: Pakaian Jadi Label Cina Dijual di Bawah Rp 20 Ribu

APSyFI belum melihat upaya serius pemerintah dalam membatasi produk tekstil impor ilegal yang membanjiri pasar dalam negeri.