Varian Delta Covid-19 Muncul di RSCM, Dirut Minta Warga Tetap Waspada

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi - Dokter memegang botol ampul kaca mengandung sel molekul virus corona Covid-19 asal Inggris yang telah mengalami mutasi RNA menjadi varian baru. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

    ilustrasi - Dokter memegang botol ampul kaca mengandung sel molekul virus corona Covid-19 asal Inggris yang telah mengalami mutasi RNA menjadi varian baru. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Lies Dina Liastuti mengingatkan warga untuk tetap waspada. Peringatan itu berkenaan dengan persentase pasien positif Covid-19 di Jakarta berkisar 18,7-20 persen dan munculnya varian Delta, varian baru Covid-19.

    "Mengingatkan untuk akhir pekan ini tetap waspada," kata dia saat dihubungi, Jumat, 18 Juni 2021. Menurut Lies, warga perlu mengingatkan kepada diri sendiri dan keluarga agar menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni 6M.

    6M adalah menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dua meter setiap saat, mengurangi mobilitas, menghindari keramaian, dan menghindari makan bersama.

    Siapa pun berpotensi tertular ataupun terinfeksi Covid-19 dan kemudian menularkan ke orang lain. "Tegur bila ada yang lengah," ujar dia.

    ADVERTISEMENT

    Transmisi lokal varian baru Covid-19 terjadi di RSCM. Ada 10 pasien dan perawat RSCM yang terinfeksi varian Delta. Semula, ada satu pasien rawat yang tak menunjukkan gejala Covid-19, tapi ternyata terinfeksi varian Delta.

    Varian Delta kemudian menyebar ke dua pasien lain yang sekamar dengan pasien itu dan tujuh tenaga kesehatan RSCM. Beberapa tenaga kesehatan menunjukkan gejala ringan, seperti demam, batuk, dan pilek.

    Baca: Waspada, Virus Corona Varian Delta Sudah Muncul di Bekasi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.