Berita Terpopuler: Status Tanah Rocky Gerung hingga Aduan Atas Menteri Luhut

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Haris Azhar dan Luhut Binsar Panjaitan. ANTARA

    Haris Azhar dan Luhut Binsar Panjaitan. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaBerita terpopuler kanal Metro pagi ini, Jumat, 24 September 2021 adalah BPN yang menyatakan tanah yang ditinggali oleh aktivis Rocky Gerung terdaftar atas nama Sentul City dan aktivis Kontras Fatia, meminta perlindungan dari Menteri Luhut Binsar Pandjaitan. Sedangkan berita terpopuler ketiga adalah tentang Tim Advokasi Bersihkan Indonesia yang mengadukan laporan Luhut ke Komnas HAM, minta penetapan pembela HAM.

    Berikut kilasan berita terpopuler itu:

    1. Badan Pertanahan Kota Bogor mengungkapkan bahwa sertifikat hak guna bangunan atau SHGB milik PT Sentul City yang sekarang menjadi obyek sengketa dengan Rocky Gerung tidak palsu.

    Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bogor Sepyo Achanto membantah tudingan bahwa SHGB Nomor 2411 dan 2412 atas nama PT Sentul City palsu.

    Sepyo menjelaskan bahwa dua SHGB itu tercatat dari pecahan SHGB induk nomor 2. SHGB itu tercatat dalam data lama yang ada di BPN. "Ada data lama, HGB itu ada datanya. Jadi tidak palsu. Sampai saat ini objek itu terdaftar atas nama PT Sentul City," ujar dia saat dikonfirmasi, Kamis, 23 September 2021.

    Sepyo mengatakan, semua sertifikat yang diterbitkan BPN adalah benar. Sehingga jika ada sertifikat lain, itu bisa dikatakan sertifikat palsu.

    2. Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti mendatangi Komnas HAM untuk meminta perlindungan atas laporan polisi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Laporan dari pejabat negara itu dinilai sebagai ancaman terhadap demokrasi dan hak asasi manusia.

    "Karena apa yang mereka sampaikan ini basisnya adalah penelitian, dan diarahkan kepada pejabat publik," kata pengacara Fatia, Andi Muhammad Rezaldy di Komnas HAM, Kamis, 23 September 2021.

    Selain meminta perlindungan, Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar juga mendorong Komnas HAM menyelidiki dugaan konflik kepentingan para pejabat dan militer dalam bisinis tambang emas di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua. Dugaan konflik itu telah diteliti oleh berbagai organisasi sipil yang kemudian dibahas Fatia dan Haris Azhar di Youtube. Dalam pembahasan di Youtube itu, nama Luhut muncul.

    3. Komnas HAM menerima aduan dari Tim Advokasi Bersihkan Indonesia mengenai laporan polisi yang dibuat oleh Menteri Luhut Binsar Pandjaitan terhadap Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti. Selain KontraS, tim advokasi yang ikut datang ke Komnas HAM pada hari ini antara lain ICW dan Lokataru.

    "Dari sini, kami akan pelajari semua berkas yang ada," kata Komisioner Komnas HAM Sandrayati Moniaga di kantornya, Kamis, 23 September 2021.

    Sandrayati mengatakan tim advokasi telah menyerahkan dokumen yang menjadi perdebatan antara Luhut dan Fatia serta Direktur Lokataru Haris Azhar. Komnas juga telah mendengarkan apa saja yang dialami Fatia dan Haris.

    Berita terpopuler selengkapnya bisa dibaca di sini.

    Baca: Berita Terpopuler: Desain Tugu Pamulang Hingga Anies dan Edi Dipanggil KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.