Marak Kecelakaan, Transjakarta Bakal Rombak Struktur Organisasi

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Direktur Utama PT Transjakarta Mochammad Yana Aditya di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin, 6 Desember 2021. TEMPO/Lani Diana

    Direktur Utama PT Transjakarta Mochammad Yana Aditya di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin, 6 Desember 2021. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Mochammad Yana Aditya mengatakan perusahaannya kemungkinan bakal merombak struktur organisasi terkait rentetan kecelakaan yang menimpa armadanya.

    "Kami sedang berproses ke sana," kata Yana dalam konferensi pers yang digelar daring, Rabu, 8 Desember 2021.

    Sebelumnya, Komisi B Bidang Perekonomian DPRD DKI Jakarta memberikan tiga rekomendasi untuk PT Transjakarta. Rekomendasi itu diberikan lantaran kecelakaan bus terjadi berulang belakangan ini.

    Rekomendasi pertama bahwa PT Transjakarta harus mengadakan re-organisasi struktur serta ada penanggung jawab di bidang keselamatan. Kedua, audit total dengan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

    "Agar kami tau persis kenapa kejadian (kecelakaan) ini terjadi," ujar Ketua Komisi B DPRD Abdul Aziz di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Senin, 6 Desember 2021.

    Ketiga, meninjau kembali operator yang tidak memenuhi standar pelayanan minimal (SPM). Dia meminta PT Transjakarta tak ragu menindak operator yang tak memenuhi SPM.

    Dalam dua bulan terakhir ini bus Transjakarta kerap terlibat kecelakaan. Terbaru seperti menabrak pos polisi lalu lintas di perempatan Cililitan, Jakarta Timur, menabrak separator Transjakarta di depan Ratu Plaza, hingga menabrak seorang pejalan kaki hingga tewas di sekitar Ragunan, Jakarta Selatan.

    Baca juga:

    Dirut Transjakarta Sebut Operator Tidak Pekerjakan Sopir Bus Lebih dari 8 Jam


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.