Khawatir Dampak Facebook, Kepala Sekolah di Depok Gelar Pertemuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • .

    .

    TEMPO Interaktif, Depok - Situs jejaring sosial facebook yang banyak diakses pelajar di Depok membuat Dinas Pendidikan kota Depok merasa perlu melakukan pertemuan khusus dengan seluruh kepala sekolah guna membahas hal ini. Apalagi dalam razia yang dilakukan wali kota Depok, Nur Mahmudi Ismail pada Selasa lalu ditemukan beberapa pelajar yang sengaja membolos dari sekolah hanya untuk datang ke warung internet guna mengakses akun facebook.

    Nur menegaskan, dirinya tidak pernah melarang keberadaan situs yang diciptakan oleh Mark Zuckenberg tersebut. Tetapi, ia berharap agar situs tersebut dimanfaatkan sesuai prosedur. “Facebook bisa bermanfaat untuk sarana untuk mempererat silaturahmi, tetapi penggunaannya juga harus dilakukan secara bijak,” ujarnya, Rabu (10/2).

    Untuk mencegah banyaknya siswa yang membolos hanya untuk datang ke warnet, Nur mengusulkan perlunya dibuat atau kesepakatan antara Dinas pendidikan dengan para pengelola warnet. Kesepakatan tersebut akan mengatur para pengelola warnet agar tidak mengizinkan pelajar mengakses internet pada jam-jam sekolah..

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Farah Mulyati menjelaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengeluarkan surat edaran kepada para pengelola warnet di Kota Depok, terutama warnet-warnet yang berada di dekat sekolah. “Kalau MOU mungkin belum, tetapi dalam waktu dekat kita akan kirim surat edaran ke pengelola warnet,” ujarnya.

    Sebagian besar kepala sekolah yang hadir dalam pertemuan tersebut menyambut baik surat edaran yang akan dibuat oleh Dinas Pendidikan. Apalagi para kepala sekolah melihat bahwa sebagain besar murid memiliki akun facebook.

    Kepala Sekolah SMP Permata Bunda Cinere, Esther mengatakan bahwa hampir seluruh muridnya memiliki akun facebook. Untuk melakukan pengawasan terhadap para murid, maka ia dan seluruh guru juga memiliki akun facebook. ”Saya dan semua guru juga buka akun facebook, jadi kita bisa kontrol mereka,” ujarnya kepada Tempo, Rabu (10/2).

    Menurut Esther, aktivitas para muridnya dalam situs ini terbatas pada memberikan ucapan motivasi atau semangat. Meski demikian, jika ada salah seorang muris yang terlihat menggunakan akun ini untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab atau mengeluarkan kata-kata kotor, maka guru tidak segan-segan untuk memberikan teguran.

    Esther menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah melarang para murid memanfaatkan situs ini, tetapi juga tidak pernah menganjurkan. “Yang penting bagi kita, para murid menggunakan etika dalam memanfaatkan situs ini,” katanya.

    Sebelum adanya pertemuan ini, Esther mengaku sekolahnya telah melakukan pengawasan terhadap kegiatan murid dalam memanfaatkan internet. Salah satunya adalah dengan pemblokiran situs-situs tertentu di komputer sekolah. Selain itu, setiap pelajaran komputer, ada dua guru yang mengawasi proses belajar mengajar. Para murid juga tidak diperbolehkan untuk mengaktifkan ponsel mereka pada jam belajar.

    TIA HAPSARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.