Rasyid Rajasa: Saya Tak Bersalah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rasyid Amrullah Rajasa mendengarkan tuntutan yang dibacakan Jaksa Penutut Umum dalam sidang perdana kasus kecelakaan lalu lintas di PN Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (14/2). TEMPO/Tony Hartawan

    Rasyid Amrullah Rajasa mendengarkan tuntutan yang dibacakan Jaksa Penutut Umum dalam sidang perdana kasus kecelakaan lalu lintas di PN Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (14/2). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus tabrakan maut di Tol Jagorawi pada awal tahun ini, Rasyid Rajasa, keberatan atas keterangan saksi petugas Jasa Marga, Unggul Budi Raharjo. Rasyid mengatakan tak pernah mengeluarkan kata-kata bahwa dirinya bersalah seperti yang didengar Unggul.

    "Saya bilang bertanggung jawab, tapi tidak bilang bersalah," ujar Rasyid di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 21 Februari 2013. Sebelumnya dalam sidang, saksi Unggul mengatakan mendengar Rasyid berbincang dengan seseorang dan berkata, "Saya bersalah dan bertanggung jawab."

    Selain itu, ada sejumlah hal lain yang membuat Rasyid keberatan dari kesaksian Unggul. "Mobil saya tidak hancur seperti yang disampaikan saksi," ujarnya. Majelis hakim buru-buru meralat, "Saksi tak pernah bilang hancur, hanya rusak."

    Keberatan lain dari Rasyid adalah tudingan yang mengatakannya mengantuk. "Saya tidak mengantuk," ujarnya. Unggul menyanggah keberatan ini, "Saya tidak pernah menyebut (Rasyid) ngantuk," ujarnya. Dalam kesaksiannya, Unggul memang tak pernah berasumsi mengenai kondisi Rasyid saat mengendarai mobilnya.

    Rasyid, anak Hatta Rajasa, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur sejak minggu lalu. Ia diseret ke meja hijau setelah mobilnya menabrak mobil omprengan di tol Jagorawi. Dalam kecelakaan itu, dua orang tewas, yakni Harun, 57 tahun, dan balita berumur 14 bulan, M Raihan.

    Rasyid didakwa melanggar Pasal 310 ayat (3) dan (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan karena kelalaiannya mengakibatkan korban luka dan meninggal dunia. Rasyid diancam dengan hukuman penjara selama 6 tahun dan denda Rp 12 juta.

    M. ANDI PERDANA

    Berita terpopuler lainnya:
    Yusril: Andrea Hirata Dipojokkan
    Diberhentikan SBY, Bupati Aceng Membangkang

    Agnes Monica, Selebritas Berpakaian Terburuk

    Kata Andrea Hirata Soal Tudingan ke Laskar Pelangi

    Damar Tak Berniat Kritik Karya Andrea Hirata

    BNN: Raffi Ahmad Pecandu

    Daftar Calon Pengganti Ronaldo di Madrid


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.