Sabtu, 21 April 2018

Jokowi Setuju Bahasa Inggris di Tingkat SD Dihapus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendukung sejumlah perubahan yang tercantum dalam Kurikulum 2013. Salah satunya adalah penghapusan pelajaran Bahasa Inggris dari kurikulum Sekolah Dasar.

    "Saya kira untuk siswa SD lebih baik diperkuat pelajaran Bahasa Indonesia dan muatan lokal," katanya di RSUD Koja, Jakarta Utara, Rabu, 11 Desember 2013.

    Menurut dia, pelajaran Bahasa Inggris lebih baik diberikan kepada siswa SMP. Alasannya, supaya siswa sekolah dasar lebih memiliki rasa nasionalisme.

    Dalam Kurikulum 2013, ada tiga mata pelajaran yang dihapuskan dari kurikulum reguler untuk siswa SD. Ketiganya adalah Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, serta Teknologi Informasi dan Komputer. Pelajaran itu akan menjadi mata pelajaran ekstrakurikuler sehingga tidak akan memiliki ujian.

    Penghapusan pelajaran Bahasa Inggris untuk SD itu akan dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini hanya kelas satu dan dua yang tidak mendapat pelajaran Bahasa Inggris. Pada tahun ajaran 2014/2015, mata pelajaran Bahasa Inggris di SD tidak diajarkan untuk kelas satu, dua, tiga, dan empat.

    Tahun selanjutnya, pada 2015/2016, kelas satu, dua, tiga, empat, dan lima tidak mendapat pelajaran Bahasa Inggris. Barulah pada 2016/2017, seluruh tingkat pendidikan SD tak akan mendapat pelajaran Bahasa Inggris.

    ANGGRITA DESYANI

    Berita Terpopuler:
    Jokowi Naik Kereta Diesel, Warga Ulujami Histeris 
    Ahok dan Masinis Pemberani Kereta Tragedi Bintaro 
    Hasil Lengkap Pertandingan Liga Champions 
    Kisah Penjaga Palang Kereta 1: Mual Lihat Mayat
    Petugas KA Bintaro Korbankan Nyawa Demi Penumpang

     


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Kartini, Shahnaz Haque Berpesan Wanita Harus Seperti Kucing

    Inilah petuah selebritas Shahnaz Haque, atlet bulu tangkis Greysia Polii, dan peneliti laser Maria Margaretha Suliyanti untuk Hari Kartini 2018.