Partai Mulai 'Kampanye' di Banjir Kampung Pulo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memadati kawasan Jatinegara yang lumpuh akbat banjir setinggi 40-60 cm, Jakarta, Sabtu (18/1). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Warga memadati kawasan Jatinegara yang lumpuh akbat banjir setinggi 40-60 cm, Jakarta, Sabtu (18/1). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah bendera partai politik berjejeran di pagar pembatas Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Bukan rahasia umum jalan tersebut memang kerap dilanda banjir akibat luapan Sungai Ciliwung yang melintasinya. Selain itu, jalan tersebut juga digunakan untuk tempat oleh para pengungsi korban banjir dari Kampung Pulo.

    Memang, Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan masa kampanye sejak tanggal 11 Januari kemarin. Namun, sampai tanggal 16 Maret, kampanye hanya dibolehkan untuk penyebaran bahan kampanye, pertemuan tatap muka, dan pemasangan alat peraga. Sedangkan, kampanye melalui iklan media masa serta pertemuan akbar dimulai tanggal 16 Maret-5 April 2014.

    Jadi, wajar saja Jalan Jatinegara Barat dijejali atribut partai. Mulai dari Partai Hanura, PPP, Golkar, dan Nasdem. Semuanya ingin memanfaatkan banjir sebagai ajang menjaring masa.

    Susanti, 39 tahun, koordinator dapur Partai Golkar, mengakui niat partai mendirikan posko semata-mata untuk kegiatan kampanye. "Memang ada kampanye juga, sih," ucap dia kepada Tempo, Senin, 20 Januari 2014.

    Dapur seluas sekitar 4X5 meter itu sengaja didirikan oleh Bambang Wiyogo, caleg DPR nomor 1 untuk daerah pemilihan Jakarta Timur. Gambarnya pun terpasang di bagian belakang dapur bersanding dengan sang Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie.

    Santi--sapaan akrab Susanti--menuturkan, setiap hari Bambang menyumbang duit ke dapurnya cukup banyak. "Per hari Rp 5 juta dari Pak Bambang untuk masak," katanya.

    Tak hanya makanan saja, posko yang telah dibuat sejak tanggal 12 Januari atau sehari setelah dibuka masa kampanye itu pun menyumbang pakaian, sembako, dan lainnya. Posko juga menerima bantuan dari orang yang peduli terhadap korban banjir.

    Kendati demikian, Santi mengaku belum pernah membagikan uang dari Bambang langsung ke warga. "Kami hanya kasih masakan saja," ucapnya. Berbeda dengan Sandra Feni, 45 tahun, koordinator relawan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia memastikan pendirian posko bukan ajang untuk berkampanye. "Ini murni bantuan kemanusiaan," katanya.

    Ia menyataan posko seluas 2X4 meter itu didirkan sejak tanggal 18 Januari dan telah menerima banyak sumbangan dari berbagai kalangan, termasuk orang PPP. Sejauh ini, kata dia, pihaknya telah menerima 35 dus mi instan, aqua 30 dus, dan pakaian 3 karung. "Mudah-mudahan ini bermanfaat buat warga sini."

    ERWAN HERMAWAN

    Berita terpopuler
     SBY Sakit Hati Tak Jadi Wapres Mega
    Curhat SBY Soal Hubungannya dengan Mega
    7 Ekspresi Sewot Ani SBY di Instagram
    Istilah Akil Soal Suap: Emas 3 Ton dan Uang Kecil
    Akil Dituding Bermain di Sengketa Pilkada Bali
    Nilai Aset Akil yang Disita Capai Rp 200 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.