Mayat Wanita Bergelang 'Java Jazz Festival' di Tol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mayat

    Ilustrasi Mayat

    TEMPO.CO, Bekasi - Sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan di pinggir ruas jalan Tol Jakarta Outer Ring Road Kilometer 49 arah Cikunir, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu pagi, 5 Maret 2014. "Ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh petugas derek jalan tol," kata juru bicara Polresta Bekasi Kota, Ajun Komisaris Siswo.

    Siswo mengatakan berdasarkan hasil identifikasi petugas tak ditemukan bekas luka yang terbuka di tubuh korban. Namun, kata dia, terdapat bekas lebam di paha dan tangan. Oleh karena itu, pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah wanita tersebut merupakan korban pembunuhan atau korban tabrak lari.

    "Wajah dalam keadaan membengkak dan membiru tidak bisa dikenali," kata Siswo. Usai dilakukan identifikasi, polisi lalu mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk keperluan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.

    Siswo menyebutkan, adapun ciri-ciri korban tersebut, yaitu memakai pakaian warna putih, rok warna hitam. Rambut panjang, tinggi badan sekitar 161 sentimeter. Usia diperkirakan 27 tahun. Korban memakai gelang karet warna merah di tangan kiri, dengan tulisan "Java Jazz Festival". "Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara," kata Siswo.

    Guna mengungkap identitas tersebut, pihaknya telah memintai keterangan saksi yang menemukan. Termasuk meminta kepada masyarakat yang kenal dengan ciri-ciri mayat tersebut. "Bagi yang kehilangan anggota keluarga segera melapor ke polisi."

    ADI WARSONO

    Berita Lainnya:
    Mengapa Suami Anggota DPR Ini Suka Pesan Meja 38
    Suami Anggota DPR itu Rajin ke Dim Sum Resto
    Sekap Pegawai, Suami Anggota DPR ini Dua Kali Bikin Ribut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.