Komnas Anak Curiga Dadang Sembunyikan Ibu IS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi

    Ilustrasi

    TEMPO.COJakarta - Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak menduga Dadang Supriyatna, 29 tahun, menyembunyikan Iis Novianti, 27 tahun. Iis merupakan ibu IS, bocah 3 tahun yang dianiaya Dadang.

    Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, menjelaskan kecurigaan tersebut. Pertama, Dadang mengaku menculik IS pada Desember tahun lalu karena sakit hati kepada Iis yang memilih pria lain. "Dadang menculik IS dengan alasan balas dendam terhadap Iis," kata Arist kepada Tempo, Senin, 24 Maret 2014.

    Kedua, Dadang sangat tega menganiaya IS. Penganiayaan itu, Arist melanjutkan, sangat biadab karena IS masih kecil. "Dari sini kami berpikiran bahwa ibu IS diduga mendapatkan penganiayaan yang sama dari Dadang, bahkan lebih kejam," ujarnya. "Karena dendamnya itu kepada Iis."

    Komnas Anak curiga karena sudah 21 hari Iis tak terlihat di tempatnya berjualan di kawasan Pasar Senen. Padahal, menurut pedagang sekitar, Iis sangat rajin berjualan. "Di rumahnya di daerah Tambun, Iis juga sudah tak terlihat pulang selama tiga minggu ini," katanya.(baca: IS Butuh Ibu, Iis Novianti Diminta Pulang )

    Sedangkan keluarga Iis, yakni ayah, kakak dan adiknya, tak pernah mendapat kabar dari Iis sejak tiga pekan lalu. "Biasanya Iis selalu menelepon kalau tidak pulang. Nah, ini tidak. Jadi kemungkinan Iis disembunyikan dan Dadang tahu keberadaannya," ujarnya. "Untuk pengakuan Dadang, itu ada di penyidik kepolisian."

    Saat ini Komnas Anak bersama Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara masih mencari keberadaan Iis. Sebab, Iis sangat membantu kesembuhan psikologis IS. "Semoga ibunya (IS) dalam keadaan sehat, dan nanti akan kami satukan kembali dengan anaknya," kata Arist.

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Terpopuler

    Diprotes Nyapres, Jokowi Harus Beri Penjelasan
    Brigadir Susanto Pendam Amarah terhadap Atasannya  
    Warga Keberatan Kenaikan NJOP
    Polisi Imbau Tempat Hiburan Awasi Pengunjung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.