40 Warga Depok Cacat karena Kaki Gajah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma'il. TEMPO/Subekti

    Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma'il. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Depok - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan 40 warga Depok menderita penyakit kaki gajah atau filariasis. Karena itu, Nur Mahmudi mengingatkan seluruh warganya agar dapat mencegah penularan penyakit tersebut dengan mengkonsumsi obat.

    "Ada 40 orang yang sudah cacat. Artinya, kakinya sudah membesar dan tak bisa pulih kembali," kata Nur Mahmudi, Jumat, 5 November 2014.

    Sebanyak 40 orang itu tersebar di tiga kecamatan yang paling rawan filariasis, yaitu Limo, Cinere, dan Tapos. Pemerintah Depok akan memberikan obat gratis untuk mencegah penularan penyakit tersebut. "Jika tidak dilakukan pencegahan secara massal, ada kemungkinan penyakit filariasis akan menyerang," katanya. Dia berharap warga Depok bebas dari filariasis pada 2015.

    Penyakit kaki gajah ditandai dengan gejala menggelembungnya bagian badan secara perlahan. Kaki terlihat seperti karet dan membesar sehingga mirip dengan kaki gajah. Penyakit ini disebabkan oleh organisme sejenis cacing benang putih yang dibawa nyamuk.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Lies Karmawati mengatakan penyakit filariasis tidak hanya menyerang kaki, namun juga anggota tubuh lain, seperti alat kelamin. "Memang umumnya terjadi pada kaki, sehingga disebut kaki gajah," katanya.

    Pemberian obat filariasis sebenarnya sudah pernah dilakukan pemerintah, namun belum mencapai target. Karena itu, pemerintah akan memberikan obat secara massal kepada seluruh warga Depok pada 6 Desember 2014. "Pada 6 Desember diharapkan warga bisa datang ke pos POMP (pemberian obat massal pencegahan) untuk mendapatkan obat filariasis," katanya.

    Menurut mantan Direktur RSUD Depok itu, obat filariasis harus diminum lima kali dalam setahun.Obat pertama yang diminum akan membuat cacing filariasi mandul, sehingga tidak mampu bertelur di dalam tubuh. Jika obat diminum hingga lima kali, cacing tersebut akan mati. "Diharapkan obat diminum secara teratur sampai lima kali," ujar Lies.

    Warga Pondok Cina, Nur Jannah, 52 tahun, mengatakan sudah mengetahui adanya pemberian obat pencegahan kaki gajah itu. Menurut dia, pemberian obat akan dilakukan di rumah ketua rukun warga setempat. "Sudah dikasih tahu di masjid, besok kita ambil di rumah RW," kata warga RW 06 Kelurahan Pondok Cina tersebut. (Baca: Depok Temukan Enam Kasus Baru Penderita Kaki Gajah)

    ILHAM TIRTA


     


     


    Berita Lainnya:







     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.