Rekonstruksi Pembunuhan Tata Chubby Digelar Rabu Lusa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Infografis

    Infografis "Kronologi Tewasnya Deudeuh Tata Chubby". (ILUSTRASI: TEMPO/INDRA FAUZI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Unit I Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Budi Towoliu mengatakan rekonstruksi pembunuhan Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby akan segera digelar. Rekonstruksi akan dilakukan pada Rabu, 6 Mei 2015 lusa.

    "Rekonstruksi akan digelar detail. Kalau ini harus ada korban dalam rekontruksi," kata Komisaris Budi Towoliu, Kepala Unit I Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, ketika dihubungi pada Senin, 4 Mei 2015. Ia mengatakan rekonstruksi akan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB.

    Rekonstruksi akan dilakukan di dua lokasi. Pertama dilakukan di rumah kos Tata Chubby dan kedua di samping Stasiun Cawang. "Akan lebih detail di kos karena terjadinya pembunuhan kan di situ," kata dia.

    Sebelumnya, Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menggelar prarekonstuksi pembunuhan Tata Chubby pada Jumat, 17 April 2015. Prarekonstruksi dilakukan di rumah kos Boarding House di Jalan Tebet Utara 1 Nomor 15, Jakarta Selatan.

    Prarekonstruksi dilakukan dengan menghadirkan M. Prio Santoso alias Rio, pelaku pembunuhan, di lokasi selama kurang lebih dua jam.

    Deudeuh Alfisahrin, 26 tahun, ditemukan tewas di kamar kosnya di daerah Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam, 11 April 2015. Jasad ditemukan dalam keadaan mulut tersumpal kaus kaki dan terjerat kabel.

    Polisi kemudian menangkap Prio yang diketahui terakhir bersama Tata. Prio mengaku membunuh karena kesal disebut bau badan oleh Tata saat tengah berhubungan intim.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.