Polisi Tangkap 8 Pemilik Senjata Api dan Airsoft Gun  

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti menunjukkan stiker `Tempat Aman Anak` di Polda Metro Jaya, Jakarta, 19 Oktober 2015. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

TEMPO.COJakarta - Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap delapan tersangka penyimpangan penggunaan dan kepemilikan senjata api serta airsoft gun dari lima kasus berbeda. Dari kasus tersebut, polisi menyita 18 jenis barang bukti.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan mereka ditangkap melalui operasi di tempat penjualan airsoft gun dan terhadap pemilik senjata api yang dilakukan selama tiga pekan terakhir. "Operasi didasarkan pada banyaknya penggunaan senjata untuk kejahatan," katanya di Polda Metro Jaya pada Minggu, 15 November 2015.

Krishna menyebutkan dua tersangka laki-laki berinisial KS dan WH ditangkap di Pasar Senen, Jakarta Pusat, dengan barang bukti 12 pucuk senjata api berbagai merek, 13 selongsong revolver, 9 kotak gotri, 4 tabung CO2, 1 gotri 6 milimeter, 17 Magazin, 14 gotri super BBS, dan 2 bendel peluru kosong.

Seorang tersangka berinisial HRA ditangkap di Mal Graha Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, dengan enam barang bukti. Masing-masing adalah senjata airsoft gun jenis Carl Walter CP 88, colt Defender Win Gun 321 dan Smith & Wesson, sekotak gotri berwarna emas ukuran 6 mm, sekotak mimis aluminium hitam, dan satu unit telepon genggam.

Tersangka lain, KMR, tertangkap di Ruko Eagle Shooting Club, Kelapa Dua, Depok. Ia ditangkap dengan 10 barang bukti berupa 2 pucuk senjata laras panjang, 3 pucuk revolver, 30 unit magazin, dan 15 pucuk FN berbagai tipe. Selain itu, ada pula gotri ukuran besar dan kecil, kemasan berisi peluru plastik, selongsong, dan 84 tabung gas CO2.

Polisi juga menangkap MS di Cimanggis, Kelapa Dua, Depok. Polisi menyita sepucuk senjata api jenis Pen Gun, 26 senjata airsoft gun berbagai jenis dengan masing-masing 5 butir amunisi Cal 22 mm dan peluru tajam, serta 33 butir peluru kaliber 72 mm.

Masih di daerah yang sama, tepatnya di Jalan Tugu Raya, Cimanggis, Depok, tiga tersangka diciduk polisi. Mereka adalah AS, KV, dan HR, seorang perempuan. Sebanyak 59 unit airsoft gun, 2 tabung gas airsoft gun, dan 27 gas green disita sebagai barang bukti.

Krishna mengatakan delapan tersangka tersebut ditahan karena melakukan jual-beli senjata api dan airsoft gun beserta amunisinya secara berulang kali dan tidak dilengkapi surat izin yang sah. Kini, kasus itu sudah dalam tahap penyidikan dan penuntutan.

VINDRY FLORENTIN

Baca  juga:
Drama Teror Paris: Allahu Akbar, Isi Pelor Lagi, Lalu Tembak-tembak!
Heboh Penjara Buaya Budi Waseso:1.000 Buaya Ada Syaratnya






Biden Hibur Korban Penembakan Texas, Pembatasan Senjata Tetap Kontroversial

30 Mei 2022

Biden Hibur Korban Penembakan Texas, Pembatasan Senjata Tetap Kontroversial

Presiden Joe Biden mencoba menghibur keluarga korban penembakan Texas di kota Uvalde


8 Fakta Soal Kepemilikan Senjata Api Warga Sipil di AS

26 Mei 2022

8 Fakta Soal Kepemilikan Senjata Api Warga Sipil di AS

Penembakan di Texas yang menyebabkan 19 murid dan dua guru tewas, Selasa, 24 Mei 2022, kembali mendorong pembatasan kepemilikan senjata api di AS.


Syarat dan Prosedur Kepemilikan Senjata Api Bagi Masyarakat Sipil

25 Mei 2022

Syarat dan Prosedur Kepemilikan Senjata Api Bagi Masyarakat Sipil

Senjata api hanya boleh digunakan untuk membela diri dan peluru yang diizinkan hanya peluru karet dan peluru hampa.


Pemoge Pukul Pakai Pistol, Pakar Minta Polisi Selidiki Legalitas Senjata Api

7 Mei 2022

Pemoge Pukul Pakai Pistol, Pakar Minta Polisi Selidiki Legalitas Senjata Api

Kasus pengendara motor gede (moge) yang diduga memukul seseorang dengan pistol di Ciledug berakhir damai


Bamsoet: Anggota PERIKHSA Wajib Patuhi Aturan Hukum Senjata Api

1 April 2022

Bamsoet: Anggota PERIKHSA Wajib Patuhi Aturan Hukum Senjata Api

Pengetahuan tentang syarat kepemilikan senjata api dibeberkan dalam seminar Aspek Hukum Atas Senjata Api Beladiri.


Bamsoet: Senjata Api Bukan untuk Pamer dan Gagah-gagahan

19 Maret 2022

Bamsoet: Senjata Api Bukan untuk Pamer dan Gagah-gagahan

Seminar akan PERIKSHA akan memberikan edukasi seputar aspek hukum, tanggung jawab, dan hal lain terkait kepemilikan senjata api bela diri.


Aksi Penembakan di Universitas Rusia Tidak Berkaitan dengan Agama atau Politik

20 September 2021

Aksi Penembakan di Universitas Rusia Tidak Berkaitan dengan Agama atau Politik

Motif di balik penembakan di Universitas Negeri Perm, Rusia, belum sepenuhnya terungkap selain didasari amarah pelaku.


Delapan Orang Terbunuh Dalam Penembakan di Universitas Rusia

20 September 2021

Delapan Orang Terbunuh Dalam Penembakan di Universitas Rusia

Seorang pelajar melepas tembakan di kampus Universitas Negeri Perm, Rusia. Sebanyak delapan orang tewas dan enam luka-luka dalam peristiwa tersebut.


Marak Penembakan Massal, Joe Biden Akan Tindak Tegas Senjata Api Ilegal

24 Juni 2021

Marak Penembakan Massal, Joe Biden Akan Tindak Tegas Senjata Api Ilegal

Presiden Joe Biden pada Rabu bersumpah untuk menindak para penjual senjata api ilegal karena maraknya penembakan massal di AS.


Departemen Kehakiman AS Usul Dua Aturan Baru untuk Cegah Kekerasan Senjata Api

8 Juni 2021

Departemen Kehakiman AS Usul Dua Aturan Baru untuk Cegah Kekerasan Senjata Api

Departemen Kehakiman mengusulkan aturan yang melarang aksesoris yang mengubah pistol menjadi senapan serbu untuk mencegah kekerasan senjata api di AS.