Kesaksian Warga, Begini Papan Reklame Ambruk di Bekasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah baliho reklame di Jalan Raya Sultan Agung, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi mendadak ambruk, Kamis, 2 Maret 2017. Istimewa

    Sebuah baliho reklame di Jalan Raya Sultan Agung, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi mendadak ambruk, Kamis, 2 Maret 2017. Istimewa

    TEMPO.CO, Bekasi - Sumarni, 47 tahun, histeris melihat papan reklame di Jalan Sultan Agung, Medan Satria, ambruk menimpa sebuah angkutan perkotaan K-25 yang dikemudikan Supardi. “Brak. Suaranya keras banget,” kata Sumarni, di depan lokasi kejadian, Kamis, 2 Maret 2017.

    Saat detik-detik peristiwa terjadi, perempuan pemilik warung itu sedang berjalan kaki menuju warungnya. Tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada papan reklame berukuran 4X8 meter (sebelumnya ditulis 10X5) mengayun ambruk sekitar pukul 11.30 WIB. Saat papan reklame ambruk, pada saat yang bersamaan di bawahnya melintas dua unit angkutan perkotaan.

    Baca: Baliho Reklame di Bekasi Ambruk Timpa Angkot

    Salah satu angkot tersebut selamat, karena lebih dulu melintasi papan reklame yang roboh, sedangkan yang satunya tidak dapat mengelak dan tertimpa. “Yang satu selamat, kebetulan jalanan lagi sepi,” ujar Sumarni.

    Menurut Sumarni, begitu melihat papan reklame tersebut menimpa angkot, ia kontan mengucapkan istighfar dan berteriak histeris, meminta bantuan kepada warga di lokasi. Tak lama kemudian, puluhan warga mendekat, dan menolong sopir angkot yang terjepit di dalam kendaraannya. “Saya langsung lemas,” ujar Sumarni.

    Sesaat setelah kejadian, jalan raya dari arah Pulogadung, Jakarta Timur, menuju Kota Bekasi, dan sebaliknya, macet total, karena satu jalur tertutup papan reklame tersebut. Tak lama kemudian petugas dari Kepolisian Sektor Medansatria tiba di lokasi, lalu mengatur arus lalu lintas. Petugas sempat memberlakukan sistem lawan arah untuk mengurai kemacetan.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, korban tertimpa reklame langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ananda, Bekasi Barat. “Korban patah tulang, kondisinya sudah membaik, dan sudah sadar,” kata Tri.

    Baca juga: 70 Persen Reklame di Kota Bekasi Tak Berizin

    Tri menambahkan, semua biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah daerah, adapun kerugian materi berupa angkot yang ringsek diserahkan ke perusahan pemilik papan reklame tersebut, PT. Intan Advertising. “Tadi, Pak Wali Kota sudah meninjau lokasi dan juga korban yang ada di rumah sakit,” ujar Tri.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.