Annisa Meninggal, Sopir Angkot Merasa Bersalah  

Reporter

Selasa, 12 Februari 2013 13:39 WIB

Diketahui kemudian, Jamal Bin Jamsuri, 37 tahun, sopir angkot U10 yang dinaiki mahasiswi Universitas Indonesia, Annisa Azward, ternyata sopir tembak. Jamal sempat membawa Annisa ke rumah sakit saat kejadian tersebut. TEMPo/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Sopir angkutan kota U-10 dengan rute Tanah Pasir-Sunter, Jamal, 37 tahun, mengaku merasa bersalah setelah mengetahui penumpangnya, Annisa Azwar, 20 tahun, tewas. Annisa meninggal beberapa hari setelah meloncat dari angkot yang dikendarai Jamal. Ia meloncat di kawasan Jembatan Lima dan mengalami pendarahan di kepala.

"Saya merasa bersalah, Mas. Salah saya juga mengambil jalur flyover, bukan jalur bawah. Mungkin itu bikin dia (Annisa) takut hingga akhirnya loncat," ujar Jamal dari balik jeruji kepada Tempo, Senin, 11 Februari 2013. (Baca: Kenapa Sopir Angkot Ajak Annisa Putar-putar)

Selain merasa bersalah, Jamal juga mengaku sedih karena dirinya dianggap hendak menculik Annisa. Padahal, kata dia, ia sama sekali tak ada niatan menculik Annisa. "Saya sama sekali enggak ada niat menculik, sama sekali enggak ada. Fokus saya saat itu hanya ngejar setoran," ujar Jamal terisak. (Baca: Sopir U10 Mengaku Tak Berniat Culik Mahasiswi UI dan Loncat dari Angkot, Keluarga Sangkal Annisa Paranoid)

Jamal mengaku hanya bisa pasrah. Ia bisa mengerti kalau pihak keluarga marah kepadanya, tapi ia menegaskan tak ada niatan jahat kepada Annisa. "Itu juga karena mereka mungkin masih emosi dan syok karena ditinggal anak mereka. Saya mengerti kalau saya disalahkan. Saya sendiri juga merasa bersalah," ujar Jamal.

Jamal mengaku sudah bertemu dengan keluarga Annisa saat di Rumah Sakit Atma Jaya Pluit. Di sana, Jamal mengaku dimarahi keluarga Annisa. "Saya bertemu dengan pamannya, orangnya emosi saat itu. Saya bisa apa?" (Baca: Sopir Angkot Bawa Mahasiswa Annisa ke Rumah Sakit)

Jamal saat ini ditahan di sel kantor Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Barat. Sel itu berukuran kurang-lebih 3 x 3 meter. Di dalamnya, ia ditemani seorang tahanan lain. Jamal, yang saat itu mengenakan celana jins, kaos cokelat, dan topi kupluk, mengatakan, dirinya tak dijenguk siapa pun. Ia mengaku tak punya istri setelah bercerai dan juga belum dikaruniai anak. "Saya sendirian."

Saat peristiwa itu, Annisa dibawa ke Rumah Sakit Atma Jaya pada pukul 16.00 hingga pukul 16.00 keesokan harinya. (Baca: Penanganan Annisa Selama di Rumah Sakit Atma Jaya) Kemudian, Annisa dipindahkan ke Rumah Sakit Koja pada Kamis. Selama dirawat, Annisa mengeluh sakit di bagian kepala sebelah kanan akibat benturan cukup keras mengenai aspal jalan. Annisa meninggal Minggu dinihari, 10 Februari 2013.

Saat di RS Koja, keluarga mengaku merasa aneh karena Annisa dibiarkan menunggu dua jam di UGD. Setelah dari UGD, Annisa tidak diharuskan operasi dan dimasukkan ke ruang rawat inap biasa, bukan ICU. Sampai Annisa mengembuskan napas terakhir, keluarga merasa tidak mendapatkan penjelasan yang berarti tentang kondisi Annisa Azwar. (Baca: Keluarga Annisa Kecewa dengan Rumah Sakit)

ISTMAN MP | NIEKE

Berita Lainnya:
Keluarga Annisa Kecewa dengan Rumah Sakit
Kenapa Sopir Angkot Ajak Annisa Putar-putar
Sopir Angkot Bawa Mahasiswa Annisa ke Rumah Sakit
Kemenkes Investigasi Penanganan Annisa

Berita terkait

Polisi Tangkap Rio Reifan 5 Kali karena Narkoba, Sederet Bahaya Konsumsi Sabu

16 hari lalu

Polisi Tangkap Rio Reifan 5 Kali karena Narkoba, Sederet Bahaya Konsumsi Sabu

Artis Rio Reifan kelima kali ditangkap polisi karena kasus narkoba. Apa itu sabu dan bahaya menggunakannya?

Baca Selengkapnya

Kemenhub Imbau Masyarakat Tinggalkan Travel Gelap, Ini 5 Dampak Buruk Menggunakannya

25 hari lalu

Kemenhub Imbau Masyarakat Tinggalkan Travel Gelap, Ini 5 Dampak Buruk Menggunakannya

Hindari risiko fatal dengan travel gelap. Ketahui dampak buruknya, termasuk kecelakaan, asuransi, dan tarif tak jelas.

Baca Selengkapnya

Kapolres Jakut Klaim Kawasan Wisata Ancol Aman, Belum Ada Laporan Tindak Kriminal

34 hari lalu

Kapolres Jakut Klaim Kawasan Wisata Ancol Aman, Belum Ada Laporan Tindak Kriminal

Kapolres Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan mengklaim belum ada kerawanan dan berbagai tindak kriminal yang terjadi di kawasan wisata Ancol

Baca Selengkapnya

Anies Tanggapi Isu Jual-beli Bangku Sekolah: Bentuk Kriminalitas

23 Januari 2024

Anies Tanggapi Isu Jual-beli Bangku Sekolah: Bentuk Kriminalitas

Anies mengatakan itu merupakan penyimpanan, pelanggaran dan kriminalitas yang tidak boleh dibiarkan.

Baca Selengkapnya

Polisi Selidiki Kasus Bapak Aniaya Anak hingga Tewas di Semarang

2 Januari 2024

Polisi Selidiki Kasus Bapak Aniaya Anak hingga Tewas di Semarang

Diduga penganiayaan itu dilakukan karena pelaku ingin melindungi anak laki-lakinya yang lain yang juga adik korban, JW, 18 tahun.

Baca Selengkapnya

Prabowo Bilang Indonesia Negara Aman, Ini Daftar Negara dengan Kriminalitas Tertinggi

13 Desember 2023

Prabowo Bilang Indonesia Negara Aman, Ini Daftar Negara dengan Kriminalitas Tertinggi

Prabowo singgung Indonesia masih aman, damai, dan terkendali

Baca Selengkapnya

Kriminal Sepekan: Ade Armando Digugat PDIP, Firli Akui Bertemu SYL, Wanita Mental Ditabrak Fortuner

29 Oktober 2023

Kriminal Sepekan: Ade Armando Digugat PDIP, Firli Akui Bertemu SYL, Wanita Mental Ditabrak Fortuner

Sejumlah peristiwa kriminalitas terjadi sepekan terakhir di Jabodetabek. Ade Armando digugat PDIP, Firli Bahuri, Fortuner tabrak wanita di Kembangan

Baca Selengkapnya

Polres Jakarta Utara: Ancol dan Sunter Daerah Rawan Kejahatan Pekan Lalu

13 Agustus 2023

Polres Jakarta Utara: Ancol dan Sunter Daerah Rawan Kejahatan Pekan Lalu

Polres Jakarta Utara menandai Ancol hingga Sunter Agung dengan warna merah di peta kerawanan kejahatan

Baca Selengkapnya

Polisi Cari Penganiaya Guru SMA hingga Buta di Rejang Lebong

4 Agustus 2023

Polisi Cari Penganiaya Guru SMA hingga Buta di Rejang Lebong

Pelaku menganiaya dengan menggunakan ketapel kepada guru SMA itu.

Baca Selengkapnya

Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi yang Sebar Tubuh Korban di Lima Lokasi

16 Juli 2023

Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi yang Sebar Tubuh Korban di Lima Lokasi

Terkuaknya kasus mutilasi ini pasca temuan potongan-potongan tubuh manusia total di lima titik Sleman.

Baca Selengkapnya