Wah, Depok Favorit bagi Kaum dengan Gaya Bercinta Berbahaya!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kota Depok di sekitar kawasan Jalan Margonda Raya, Depok. Kota Depok menempati peringkat kelima kota termacet di Indonesia dengan laju kendaraan 21,4 Km/jam. TEMPO/Subekti.

    Kota Depok di sekitar kawasan Jalan Margonda Raya, Depok. Kota Depok menempati peringkat kelima kota termacet di Indonesia dengan laju kendaraan 21,4 Km/jam. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Depok - Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kota Depok Heri Kuntowo mengungkap alasan kenapa Depok menjadi kota pilihan para laki-laki seks dengan laki-laki (LSL) alias Gay. Menurut dia, komunitas ini tumbuh subur di wilayah tersebut karena lokasinya yang berbatasan dengan Ibu Kota Jakarta.

    Menurut Heri, banyak kelompok Gay berasal dari wilayah lain, seperti Jakarta, yang berbatasan dengan Depok, memilih kota ini untuk berkumpul.  Heri mengatakan akan terus melakukan pembinaan untuk mengantisipasi ancaman penyakit.

    Baca juga:

    Teror Paris: Inilah 5 Kejadian Baru yang Menegangkan (update!)
    Setya Novanto Beraksi, Inilah Transkrip Catut Nama Jokowi



    "Kami bina agar mereka mengubah prilaku. Sebab, ada ancaman penyakit,” kata Heri, Selasa, 17 November 2015. Heri mengatakan lokasi favorit kelompok Gay berkumpul biasanya di panti pijat, toilet, taman, dan pusat perbelanjaan yang berada di Margonda.

    Dari data KPA, komunitas Gay di Depok meningkat cukup tajam, yakni sebanyak 4.932 orang pada 2014 menjadi 5.791 orang pada tahun ini. Heri mengatakan data itu berdasarkan pemetaan Gay berusia 17-42 tahun di delapan Kecamatan di Depok.

    Heri mengatakan pemetaan dilakukan oleh tiga orang pengawas dan enam orang petugas lapangan yang dibantu lembaga swadaya masyarakat yang menanganinya. KPA terus melakukan pembinaan karena hubungan sesama jenis lebih rentan menyebarkan penyakit, seperti HIV dan Aids.

    Menurut Heri, saat ini KPA sudah menemukan sebanyak 488 penderita HIV AIDS. Berdasarkan data hitung-hitungan badan kesehatan dunia, setiap satu orang terinfeksi di belakangnya ada 100 orang juga yang terkena penyakit yang belum ada obatnya ini.

    "Artinya, yang terkena HIV di Depok sudah mencapai 48 ribuan. Itu yang terdata,” katanya.

    Heri mengatakan 70 persen penderita HIV di Depok disebabkan prilaku heteroseksual dan 30 persen karena penggunaan jarum suntik. Bahkan, dari jumlah yang telah ditemukan, ada sebanyak 28 orang meninggal karena HIV.

    IMAM HAMDI

    Baca juga:

    Teror Paris: Inilah 5 Kejadian Baru yang Menegangkan (update!) 
    ISIS Kelompok Teroris Terkaya Sepanjang Sejarah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.