Senin, 24 Januari 2022

Cerita Pasar Tanah Abang yang Senyap Demi Stop Wabah Virus Corona

Reporter:

Antara

Editor:

Dwi Arjanto

Jumat, 27 Maret 2020 13:28 WIB

Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi lalu lintas di depan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, tampak lengang di hari pertama penutupan sementara oleh Perumda Pasar Jaya untuk mencegah potensi penyebaran virus Corona alias COVID-19 di ruang publik seperti pasar.

Pantauan sekitar pukul 09.30 WIB, hari ini, terlihat hanya ada beberapa petugas keamanan berjaga di depan pintu masuk blok A dan blok B Pasar Tanah Abang. Jakarta Pusat itu terkait pencegahan wabah virus Corona meluas.

Kondisi ini berbeda pada hari biasanya ketika pasar dalam kondisi beroperasi normal yang ramai dengan pengunjung dan aktivitas para porter membawa barang dagangan.

Pintu-pintu gulir (rolling door) di ruko-ruko di Tanah Abang pun tampak seluruhnya tutup, ruko yang biasanya dipenuhi aktivitas lalu lalang orang hingga aktivitas jual-beli saat ini dapat dengan leluasa bisa dilewati orang.

"Biasanya di sini macet, tapi tadi saya lewat bawa motor 40 kilometer per jam," kata Joko salah seorang warga yang berkunjung ke Blok G Pasar Tanah Abang yang tidak ditutup, Jumat, 27 Maret 2020.

Petugas Ditkrimum Polda Metro Jaya membagikan masker dan cairan pembersih tangan gratis di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020. Kegiatan pembagian masker dan cairan pembersih tangan ini di selenggarakan oleh Ditkrimum Polda Metro Jaya dan beberapa artis nasional yang bertujuan untuk antisipasi penyebaran Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

Badan jalan yang biasanya dikuasai kendaraan umum untuk mangkal pun, tampak kosong.

Kondisi senyap ini merupakan imbas dari kebijakan yang diterapkan oleh Perumda Pasar Jaya selaku pengelola Pasar Tanah Abang.

Perumda Pasar Jaya menutup tiga blok yaitu blok A, blok B, serta blok F di Pasar Tanah Abang selama satu minggu lebih mulai dari Jumat 27 Maret 2020, hingga Minggu 5 April 2020, dalam rangka mengurangi kerumunan massa di ruang publik untuk mencegah potensi penyebaran COVID-19.

“Penutupan dilakukan per tanggal 27 Maret hingga 5 April mendatang, seluruh aktivitas perdagangan di pasar tersebut kita liburkan sementara, ini merupakan salah satu langkah pencegahan dan penyebaran COVID-19, terkecuali di Blok G boleh berjualan khusus bahan pangan saja,” ujar Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin, sebelumnya.

ANTARA