Sebanyak 515 Kasus Positif Virus Corona Ditemukan di Jakarta

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasien positif terinfeksi virus corona di Jakarta hingga Kamis, 26 Maret 2020 pukul 18.00 tercatat 515 kasus. Berdasarkan situs resmi corona. jakarta.go.id, sebanyak 324 orang di antaranya masih menjalani perawatan isolasi di sejumlah rumah sakit, sementara 1.113 orang lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah.

    Situs tersebut mencatat, 29 orang yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 telah sembuh dan 49 orang meninggal akibat penyakit yang berasal dari Wuhan, Cina itu. Berdasarkan peta yang ada di situs itu, terlihat ada 13 rumah sakit yang dapat menjadi rujukan pasien terkait Covid-19 yang tersebar di lima wilayah Jakarta.

    Sebanyak 1.895 orang di DKI Jakarta juga terdaftar sebagai orang dalam pemantauan (ODP), di mana 468 orang masih menjalani proses pemantauan dan 1.427 sisanya telah selesai dipantau oleh Dinas Kesehatan terkait. Adapun orang yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 916 orang, dengan rincian 609 orang masih menjalani perawatan sementara 307 orang telah sembuh dan pulang.

    Secara akumulasi jumlah ODP dan PDP, wilayah Jakarta Selatan menempati posisi paling tinggi, yaitu 459 orang. Setelahnya ada Jakarta Timur 325 orang, Jakarta Utara 323 orang, Jakarta Barat 307 orang, luar Jakarta 359 orang, dan tidak diketahui 806 orang.

    Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona, Achmad Yurianto, mengatakan ada penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia. "Ada penambahan kasus sebanyak 103 orang, 893 kalau lihat sebaran masih didominasi di Jakarta," kata Yurianto pada Kamis, 26 Maret 2020. Kemudian, ada 4 orang sembuh sehingga menjadi 35 orang. Dan kematian 20 kasus sehingga menjadi 78 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara