Januari Sekolah Dibuka, Pemkot Bekasi Gelar Simulasi Pertengahan Desember

Jumat, 13 November 2020 18:45 WIB

Sejumlah siswa mencuci tangan sebelum memasuki ruang kelas untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN 06 Pekayon Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020. Pemerintah setempat telah memberi izin beberapa sekolah percontohan untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Siswa yang hadir dalam pembelajaran tatap muka hanya yang diberikan izin oleh wali murid. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mengisyaratkan membuka sekolah meskipun pandemi Covid-19 belum selesai. Dinas pendidikan setempat sekarang sedang menyusun model pembelajaran di tengah adanya wabah ini.

"Efektifnya Januari, masuk pembelajaran semester kedua," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullan ketika dihubungi pada Rabu, 11 November 2020.

Meski demikian, kata dia, instansinya tetap melayangkan surat pemberitahuan rencana pembukaan sekolah kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Sama seperti ketika merencanakan pembukaan pada Agustus lalu.

"Pertengahan Desember, kami akan gelar simulasi dulu," kata Inay.

Adapun sekolah yang dibuka harus memenuhi standar pencegahan penularan Covid-19. Sebelumnya ada enam sekolah menjadi permodelan. Tiga tingkat dasar dan tiga menengah pertama. Tapi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tidak mengizinkan. Simulasi selama tiga hari akhirnya dihentikan.

Advertising
Advertising

Pada umumnya model yang akan diterapkan tidak jauh berbeda dengan yang telah disusun beberapa waktu lalu. Kapasitas ruang kelas hanya 50 persen, jaga jarak setiap bangku, memakai masker hingga pengecekan suhu tubuh. "Sekarang sedang disusun lagi," ucap dia.

<!--more-->

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pertimbangan untuk membuka sekolah secara tatap muka karena pemerintah daerah menganggap bisa mengendalikan penularan Covid- 19 di wilayahnya. "Infrastruktur kesehatan lengkap, mulai dari alat sampai fasilitas kesehatan," kata Rahmat Effendi.

Rahmat menganggap penularan Covid- 19 di wilayahnya sudah menurun. Salah satu indikatornya adalah okupansi tempat isolasi berkurang, bahkan pemerintah memutuskan tidak memperpanjang kerja sama penggunaan hotel sebagai isolasi pasien. Data terkini, pasien yang dirawat di RSD ada 14, dari kapasitas 55.

"Melihatnya jangan angka kasusnya, tapi perbandingan dengan jumlah penduduk," kata Rahmat Effendi.

Dilansir dari situs corona.bekasikota.go.id, secara kumulatif kasus Covid 19 di Kota Bekasi yang ditemukan sebanyak 7.538 dengan angka kematian pasien 143 atau dua persen. Adapun kasus sembuh sebanyak 6.933 atau 93 persen, sementara sisanya 460 masih dalam perawatan atau isolasi mandiri.

"Dari 2,4 juta yang kena 7000-an artinya cuma 0,03 persen. Tapi dari 0,03 persen yang kena itu, 93 persen sembuh," ucap Rahmat Effendi.

Rahmat tidak menyoal status zona yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun Jawa Barat. Ia mengatakan, kiat pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona adalah menggalakkan gerakan 3 M di ruang publik. "Alat untuk tracking masih cukup sampai Desember," katanya.

<!--more-->

Sejumlah orang tua siswa ada yang setuju maupun tidak menyikapi rencana pemerintah daerah akan membuka sekolah. "Ngeri, kondisinya masih zona merah," ucap Rifai, salah satu orang tua murid.

Sama halnya dengan Neno, ibu rumah tangga ini tidak setuju jika sekolah dibuka dalam kondisi wilayah masih zona merah. "Kalau masih zona merah, ditunda lagi saja," kata dia.

Beda halnya dengan Nur Ahmad, ia justru sepakat dengan pembukaan sekolah. "Males beliin kuota, jadi boros, mana sekarang cari duit susah," katanya.

Berita terkait

Pencurian Modus Pecah Kaca di Bekasi, Uang Biaya Rumah Sakit Rp 450 Juta Amblas

10 jam lalu

Pencurian Modus Pecah Kaca di Bekasi, Uang Biaya Rumah Sakit Rp 450 Juta Amblas

Pencurian modus pecah kaca mobil itu diduga terjadi saat korban dan ayahnya makan di Warung Gabus Pucung di Rawalumbu. Kota Bekasi.

Baca Selengkapnya

Kepergok Hendak Mencuri Motor, Pria di Bekasi Tewas Dikeroyok Massa

1 hari lalu

Kepergok Hendak Mencuri Motor, Pria di Bekasi Tewas Dikeroyok Massa

Pria yang diduga hendak mencuri sepeda motor itu diteriaki maling lalu dikejar dan dihujani pukulan oleh massa hingga tewas.

Baca Selengkapnya

Relawan Ambil Formulir Cawalkot Bekasi untuk Kaesang, Grace Natalie Respons Begini

1 hari lalu

Relawan Ambil Formulir Cawalkot Bekasi untuk Kaesang, Grace Natalie Respons Begini

Ketum PSI Kaesang Pangarep didorong relawan untuk maju di Pilkada Kota Bekasi. Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie bilang begini.

Baca Selengkapnya

Kuasa Hukum Ungkap Modus Staf Kelurahan Setubuhi Anak di Bawah Umur hingga Depresi

1 hari lalu

Kuasa Hukum Ungkap Modus Staf Kelurahan Setubuhi Anak di Bawah Umur hingga Depresi

Kasus persetubuhan anak yang diduga dilakukan oleh Holid, pengurus komite sekolah yang juga staf kelurahan, ini terjadi beberapa tahun silam.

Baca Selengkapnya

Kepala SMK Lingga Kencana Jelaskan Pemilihan Travel Will In Urus Rombongan Perpisahan yang Berbuntut Kecelakaan di Subang

2 hari lalu

Kepala SMK Lingga Kencana Jelaskan Pemilihan Travel Will In Urus Rombongan Perpisahan yang Berbuntut Kecelakaan di Subang

Kepala SMK Lingga Kencana Sarojih mengungkapkan kecelakaan bus rombungan perpisahan siswanya di Subang menggunakan travel yang sama seperti study tour ke Garut pada 2023.

Baca Selengkapnya

Kepala SMK Lingga Kencana Rinci Penggunaan Anggaran Perpisahan Rp800 Ribu

2 hari lalu

Kepala SMK Lingga Kencana Rinci Penggunaan Anggaran Perpisahan Rp800 Ribu

Kepala SMK Lingga Kencana membantah pihak sekolah mencari keuntungan dari kegiatan perpisahan siswa yang mengalami kecelakaan bus di Subang.

Baca Selengkapnya

Tragedi SMK Lingga Kencana, Pemkot Yogyakarta Ungkap Syarat Ketat Study Tour

3 hari lalu

Tragedi SMK Lingga Kencana, Pemkot Yogyakarta Ungkap Syarat Ketat Study Tour

Salah satu syarat study tour adalah pemilihan bus atau kendaraan, usianya tak boleh lebih dari enam tahun dan harus lolos uji KIR.

Baca Selengkapnya

Viral Wanita Tewas di Tangan Gangster di Cikarang Bekasi, Polisi Berikan Penjelasan

3 hari lalu

Viral Wanita Tewas di Tangan Gangster di Cikarang Bekasi, Polisi Berikan Penjelasan

Sebuah video viral di media sosial menarasikan seorang wanita tewas bersimbah darah di Bekasi akibat dianiaya sekelompok gangster. Begini kata polisi.

Baca Selengkapnya

Diduga Dikejar dan Ditimpuk ODGJ, Wanita di Bekasi Luka di Kepala hingga 10 Jahitan

6 hari lalu

Diduga Dikejar dan Ditimpuk ODGJ, Wanita di Bekasi Luka di Kepala hingga 10 Jahitan

Keluarga korban telah membuat laporan polisi atas penyerangan yang dilakukan pria diduga ODGJ tersebut di Harapan Jaya, Kota Bekasi.

Baca Selengkapnya

Sekolah di Texas Dilaporkan ke Kementerian Pendidikan karena Diduga Diskriminasi Gender

6 hari lalu

Sekolah di Texas Dilaporkan ke Kementerian Pendidikan karena Diduga Diskriminasi Gender

Kementerian Pendidikan Amerika Serikat melakukan sebuah investigasi hak-hak sipil ke sebuah sekolah di setalah Texas

Baca Selengkapnya