Soal Penyekapan Anak Jeremy Thomas, Ini Kata Polres Bandara  

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Senin, 17 Juli 2017 10:14 WIB

Axel Matthew Thomas. instagram.com

TEMPO.CO, Jakarta - Polres Bandar Udara Soekarno-Hatta membenarkan adanya anggota Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta yang dilaporkan ke Propam Polda Metro Jaya terkait dengan dugaan penyekapan anak Artis Jeremy Thomas, Axel Matthew Thomas. "Betul ada laporan itu. Sesuai dengan prosedur sudah ditangani Propam Polda Metro Jaya," ujar Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat Polres Bandara Soekarno-Hatta Inspektur Dua Prayogo kepada Tempo, Senin, 17 Juli 2017.

Prayogo belum bisa menjelaskan secara rinci peristiwa dugaan penyekapan itu. "Siapa saja anggota yang dilaporkan dan ini terkait dengan penyelidikan narkoba apa, sedang kami cek," katanya.

Berdasarkan informasi yang beredar penyekapan, pengeroyokan, dan penganiayaan diduga dilakukan oknum Satuan Narkoba Polres Bandara Soetta terhadap Axel terjadi pada Sabtu, 16 Juli 2017, pukul 19.00. Saat itu, Axel sedang berada di rumahnya di Cilandak Jakarta Selatan, lalu ia ditelepon temannya dan diminta datang ke Hotel Cryst Terogong.

Baca: Tito Karnavian Heran 1 Ton Sabu Sabu Melenggang ke Jakarta

Saat tiba di hotel itu, Axel langsung diciduk beberapa orang berbaju preman. Axel pun berontak dan melarikan diri karena menyangka mereka adalah preman yang sedang mabuk. Namun Axel berhasil ditangkap. Orang-orang yang menangkap Axel itu diduga berasal dari Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta.

Dalam kabar yang beredar, Axel disekap dan dikeroyok selama empat jam, mulai pukul 19.30 hingga 22.30, di dalam salah satu kamar hotel tersebut. Axel dipaksa mengakui menggunakan dan memiliki narkoba.

Axel kemudian dilepaskan setelah Jeremy mempermasalahkan penangkapan terhadap anaknya itu. Setelah dilepaskan, kabar itu menyebutkan Axel menderita luka memar pada bagian wajah, tangan, kaki, dan punggung.

Baca: Modus Baru, Ibu Rumah Tangga Edarkan Sabu dalam Brosur Kecantikan

Jeremy melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya dan Mabes Polri. Tempo sedang berusaha mendapatkan konfirmasi dari Polda Metro Jaya terkait dengan laporan tersebut.

JONIANSYAH HARDJONO

Berita terkait

Kapolri Listyo Sigit Soroti Viral Tagar Percuma Lapor Polisi

29 Desember 2021

Kapolri Listyo Sigit Soroti Viral Tagar Percuma Lapor Polisi

Kapolri Listyo Sigit berharap tagar itu menjadi motivasi bagi Polri untuk memperbaiki kinerjanya ke depan.

Baca Selengkapnya

Kapolda NTT Pecat 13 Polisi

28 Oktober 2021

Kapolda NTT Pecat 13 Polisi

Polisi itu di antaranya terlibat tindakan asusila dan menelantarkan keluarga.

Baca Selengkapnya

Profesionalisme Disorot, Polri Ajak Warga Awasi Kinerja Anggotanya

19 Oktober 2021

Profesionalisme Disorot, Polri Ajak Warga Awasi Kinerja Anggotanya

Ferdy Sambo mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak ragu dan ikut serta berperan aktif mengawasi kinerja anggota polri di lapangan

Baca Selengkapnya

Fakta Tentang Penggunaan Kamera Tubuh oleh Polisi Amerika Serikat

1 Mei 2021

Fakta Tentang Penggunaan Kamera Tubuh oleh Polisi Amerika Serikat

Teknologi kamera tubuh semakin banyak digunakan oleh lpenegak hukum Amerika Serikat dan sering kali memainkan peran sentral dalam memberikan bukti.

Baca Selengkapnya

Polri 6 Kali Berturut Diganjar WTP, Sri Mulyani: Luar Biasa

21 Februari 2020

Polri 6 Kali Berturut Diganjar WTP, Sri Mulyani: Luar Biasa

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi kinerja Polri yang enam kali berturut-turut mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Baca Selengkapnya

IPW: Pembakaran Polsek Ciracas Buntut Kecewa Masyarakat ke Polisi

18 Desember 2018

IPW: Pembakaran Polsek Ciracas Buntut Kecewa Masyarakat ke Polisi

Indonesian Police Wacth (IPW) memandang, tragedi pembakaran kantor Kepolisian Sektor atau Polsek Ciracas merupakan buntut kekecewaan masyarakat.

Baca Selengkapnya

Efek Asisten SDM Polri Arief Sulistyanto hingga ke Daerah

25 Maret 2018

Efek Asisten SDM Polri Arief Sulistyanto hingga ke Daerah

Bekto mengkritik Polri yang memiliki banyak perwira yang menganggur yang jumahnya sekitar 414 orang.

Baca Selengkapnya

Banyak Perwira yang Menganggur, Kompolnas Kritik Kinerja Polri

25 Maret 2018

Banyak Perwira yang Menganggur, Kompolnas Kritik Kinerja Polri

Perwira menganggur itu, kata anggota Kompolnas, biasanya terjadi selepas sekolah pimpinan Polri. Banyak jabatan kosong di polda di luar Jawa.

Baca Selengkapnya

Kapolri Lantik Unggung Cahyono sebagai Aslog, Disumpah Tidak KKN

22 Agustus 2017

Kapolri Lantik Unggung Cahyono sebagai Aslog, Disumpah Tidak KKN

Kapolri Tito Karnavian meminta Unggung Cahyono membaca sumpah jabatan. Salah satu sumpahnya yaitu tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Baca Selengkapnya

Kapolri Tito Harap Segera Lantik Kapolda Polwan  

20 Agustus 2017

Kapolri Tito Harap Segera Lantik Kapolda Polwan  

Tito mengatakan polwan cenderung antikorupsi dalam praktik penegakan hukum.

Baca Selengkapnya