Eggi Sudjana: Ahok Dihukum, Seharusnya Buni Yani Bebas

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buni Yani (kiri) berbincang dengan tim kuasa hukum pada sidang perdana kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Bandung, 13 Juni 2017. Buni Yani mengunggah penggalan video pidato Ahok terkait Surat Al Maidah ayat 51. ANTARA/Agus Bebeng

    Buni Yani (kiri) berbincang dengan tim kuasa hukum pada sidang perdana kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Bandung, 13 Juni 2017. Buni Yani mengunggah penggalan video pidato Ahok terkait Surat Al Maidah ayat 51. ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO, Jakarta – Aktivis, Eggi Sudjana, melakukan berbagai upaya untuk menghindarkan Buni Yani dari hukuman, terkait dengan dakwaan pelanggaran Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Alasannya, pengadilan sudah memutus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersalah. Keputusan itu seharusnya bisa dijadikan yurisprudensi untuk membebaskan Yani. "Karena omongan Buni Yani benar, maka Ahok dihukum. Berarti Buni Yani harus bebas," ujarnya, di Jakarta, Kamis, 9 November 2017.

    Eggi bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan mendatangi Komisi Yudisial (KY). Dia berharap komisioner turut memberi perhatian terhadap perkara ini. Sebab KY memiliki kewenangan untuk mengawasi lembaga peradilan dan memberi peringatan kepada hakim.

    Yani didakwa melanggar Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dakwaan itu didasarkan atas unggahan video pidato Ahok di Kepulauan Seribu, 27 September 2016, di laman Facebook milik Yani. Selain itu, ia juga membubuhi keterangan transkrip video pidato tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan transkrip asli. Yani menghilangkan kata "pakai" saat Ahok menyinggung surat Al Maidah.

    Belakangan unggahan Buni Yani itu memicu kemarahan umat Islam kepada Ahok. Mereka menilai Ahok telah menistakan agama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.