Jumat, 16 November 2018

Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Siapakah Moeffreni Moe'min

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejarawan JJ Rizal memberikan keterangan pers tentang rencana reka ulang peristiwa rapat raksasa Ikada dan pengusilan Letkol Moeffreni Moe'mim sebagai pahlawan nasional dari Jakarta, Balai Kota DKI, Jumat, 14 September 2018. Foto: dok Forum Warga Betawi

    Sejarawan JJ Rizal memberikan keterangan pers tentang rencana reka ulang peristiwa rapat raksasa Ikada dan pengusilan Letkol Moeffreni Moe'mim sebagai pahlawan nasional dari Jakarta, Balai Kota DKI, Jumat, 14 September 2018. Foto: dok Forum Warga Betawi

    TEMPO.CO, Jakarta  - Letnan Kolonel Moh. Moeffreni Moe'min akan diusulkan menjadi pahlawan nasional dari Jakarta dalam acara "Rekonstruksi Sejarah, Seminar dan Pameran Foto Rapat Ikada" yang akan digelar di Lapangan Monas, dan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Kamis, 20 September 2018.

    Baca: 3.000 Warga Jabodetabek Gelar Reka Ulang Rapat Ikada di Monas

    "Acara tersebut sekaligus untuk mendukung penganugerahan gelar pahlawan nasional dari Jakarta, Letnan Kolonel Moh. Moeffreni Moe'min," ujar sejarawan JJ Rizal dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 September 2018.

    Moeffreni lahir di Pandeglang, Banten, pada 12 Februari 1921. Ia merupakan putra dari Mohammad Moe'min, mantan residen Jakarta asli Betawi. Sebelum ikut pelatihan Barisan Pemuda ketika Jepang berkuasa, Moeffreni sempat menjadi wartawan dan menjadi pemimpin redaksi Majalah Pandu Jakarta.

    Setelah lulus pelatihan, ia kembali mengikuti pendidikan perwira Pembela Tanah Air (Peta). Karir militernya pun cemerlang, mulai dari menjadi instruktur Peta di berbagai daerah, hingga akhirnya ia didaulat menjadi Ketua Badan Keamanan Rakyat (BKR) Jakarta Raya. BKR sendiri adalah cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). 

    Dalam konferensi pers yang diunggah ke akun media sosial Youtube Betawi Channel pada 14 September 2018, JJ Rizal menjelaskan mengapa Moeffreni pantas diajukan menjadi pahlawan nasional. Saat rapat Ikada pada 19 September tahun 1945, Moeffreni bertanggung jawab penuh terhadap kemanan acara dan keselamatan presiden Indonesia, Soekarno, dan wakilnya Mohammad Hatta. 

    "Saat itu, di jasnya (Moeffreni) menaruh dua dinamit dan dipinggangnya terselip pistol. Karena dia harus pasang badan saat keselamatan Bung Karno, Bung Hatta, serta anggota kabinet yang dijemput oleh Soebijanto Djojohadikoesoemo (selama rapat Ikada)," kata Rizal.

    Acara reka ulang rapat Ikada di Monas akan digelar hari ini, Ahad, 16 September 2018 pukul 15.00-17.00. Sekitar 3.000 warga Jabodetabek yang tergabung dalam Forum Warga Betawi  akan turut berpartisipasi. Acara bertajuk "Samudera Merah Putih" itu akan berlangsung di lapangan Monas dan Balai Kota DKI Jakarta pada 16-20 September 2018.

    Rizal mengatakan, acara diskusi tentang Ikada dan peran mantan Ketua BKR Jakarta Raya M. Moeffreni Moe’min akan digelar pada 19 dan 20 September di Gedung G Lantai Dasar Balai Kota, Jakarta Pusat, pukul 09.00 - 12.00. Dari diskusi ini diharapkan rencana pemberian gelar pahlawan nasional untuk Moeffreni semakin bulat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.