Rabu, 19 Desember 2018

BPOM Sebut Minuman Torpedo Aman, KPAI: Masalah Belum Selesai

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Minuman Torpedo. JD.id

    Minuman Torpedo. JD.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner KPAI bidang Kesehatan dan Napza, Sitti Hikmawatty menganggap kasus minuman Torpedo yang diduga memicu 56 pelajar SMP di Riau menyayat tangan belum selesai. BPOM telah menyatakan tidak ditemukan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) jenis benzodiazepine dalam minuman Torpedo yang dikonsumsi para pelajar.

    Baca: BNN Pastikan Minuman Torpedo Tidak Mengandung Obat Bius

    "Kami  perlu melakukan pendalaman atas penyebab kasus ini," ujar Sitti melalui keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jumat 5 Oktober 2018.

    KPAI, kata Sitty, hari ini berangkat ke Pekanbaru, Riau, untuk mengunjungi sekolah tersebut.  KPAI juga melakukan koordinasi dengan beberapa dinas terkait agar bisa bersama-sama mencari penyebab masalah dan solusinya.

    Menurut Sitty, kasus 56 siswa yang melakukan aksi menyayat tangannya sendiri bukanlah hal yang sederhana. "Ini  perlu pedalaman yang serius."

    Kasus ini, kata Sitty, hampir sama dengan kasus yang terjadi di beberapa negara di Asia seperti sejumlah tontonan dan bahkan lagu-lagu yang menstimulasi alam bawah sadar seseorang sehingga mereka bisa melakukan kegiatan yang disarankan ataupun dicontohkan oleh film dan lagu tersebut.

    "Termasuk ajakan menyakiti diri sendiri sampai dengan bunuh diri,"katanya.

    Menurutnya, hal ini sangat perlu diwaspadai. Jika  benar penyebabnya adalah tontonan YouTube maka KPAI akan  memberikan masukan-masukan pada kementerian terkait. Namun sebelum itu tentunya harus dilakukan dulu pendalaman pada para siswa yang melakukan aksi menyayat bagian anggota tubuhnya ini.

    Jika melihat  dari usia siswa yang terkena kasus, menurut Sitty masalah perubahan hormonal perlu menjadi pertimbangan. Termasuk mekanisme pertahanan diri yang mungkin belum matang atau kuatnya pengaruh lingkungan teman, pola asuh dalam keluarga, serta pengaruh media sosial.  

    Anak-anak ini sangat mudah untuk mencontoh (modelling) daripada dikuliahi atau diberi nasihat. "Karenanya pendekatan guru pun menjadi faktor yang sangat bermakna,"kata Sitty.

    Sebelumnya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru menyatakan produk minuman Torpedo sudah dievaluasi dan aman dikonsumsi karena memiliki izin yang sah dari pihaknya.

    "Produk tersebut (Torpedo) sudah terdaftar di BPOM tentu sudah dievaluasi keamanannya," kata Kepala BBPOM Kota Pekanbaru Muhammad Kashuri kepada antara di Pekanbaru, Selasa lalu.

    Muhammad Kashuri menjelaskan pihaknya sudah melakukan pengujian minuman Torpedo atas permintaan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru beberapa waktu lalu. "Kami diminta uji produk dan hasilnya sudah kami sampaikan ke BNNK," kata Muhammad Kashuri.

    Baca: BPOM Tangkap Pemilik Jamu dan Obat Ilegal Senilai Rp 15,7 Miliar

    Kondisi ini dibenarkan oleh surat edaran BBPOM Pekanbaru yang diterbitkan tanggal 28/9/2018 untuk BNNK setempat yang isinya berbunyi, sehubungan surat Kepala BNNK Pekanbaru Nomor BIBOI/lX/Ka/cm00/2018/BNNK-PKU tanggal 21 September 2018 perihal Pormohonan uji laboratorium. Disimpulkan produk minuman Torpedo aneka rasa buah masih terdaftar di Badan POM dengan Nomor izin edar 50432644341 dan masih berlaku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.