Selasa, 11 Desember 2018

Vandalisme di Kereta Bandara Tak Dilaporkan ke Polisi?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teknisi memeriksa rangkaian kereta Bandara Soekarno-Hatta di Balai Yasa Manggarai, Jakarta, 24 November 2017. PT Railink akan mengoperasikan 10 gerbong kereta bandara yang dapat mengangkut sebanyak 33.728 penumpang tiap harinya dan akan melalui rute Stasiun Manggarai, Sudirman Baru, Bukit Duri, Batu Ceper dan Stasiun Bandara Soekarno Hatta. ANTARA FOTO

    Teknisi memeriksa rangkaian kereta Bandara Soekarno-Hatta di Balai Yasa Manggarai, Jakarta, 24 November 2017. PT Railink akan mengoperasikan 10 gerbong kereta bandara yang dapat mengangkut sebanyak 33.728 penumpang tiap harinya dan akan melalui rute Stasiun Manggarai, Sudirman Baru, Bukit Duri, Batu Ceper dan Stasiun Bandara Soekarno Hatta. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi hingga kini belum menerima laporan dari PT Railink terkait aksi vandalisme yang dialami Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun Manggarai. Aksi ini terjadi sementara perburuan tersangka pelaku vandalisme di kereta MRT belum membuahkan hasil.

    Baca:

    Giliran Kereta Bandara Alami Vandalisme

    “Kami belum terima laporannya,” kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Roma Hutajulu melalui pesan singkat Sabtu, 13 Oktober 2018.

    Vandalisme di kereta bandara diketahui pada Rabu malam, 11 Oktober 2018.  Berdasarkan foto yang diunggah oleh akun Instagram @drama.kereta, vandalisme berupa tulisan grafiti MST. Tulisan yang didominasi cat biru itu dibuat sebagian besar di badan kereta namun ada pula menyentuh bagian pintu.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, polisi akan tetap menyelidiki kasus tersebut meski PT Railink tidak melapor. "Kalau itu bukan delik aduan, pasti kami lakukan penyelidikan," kata Argo di Polda Metro Jaya.

    Baca:
    Setelah Vandalisme, 14 CCTV Awasi Kereta di Depo MRT Lebak Bulus

    PT Railink sebelumnya mengatakan masih berupaya menelusuri sendiri dan belum berencana melapor ke polisi. Untuk penelusuran tersebut, PT Railink bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia Daop 1. “Belum bermaksud untuk membawanya ke ranah hukum," kata Humas PT Railink, Diah Suryandari.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.