Takut Tsunami, Warga Bekasi Liburan di Wahana Air Buatan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak bermain air di wisata air Desa Bogares, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa, 1 Januari 2019. ANTARA

    Sejumlah anak bermain air di wisata air Desa Bogares, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa, 1 Januari 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Bekasi - Warga Bekasi mengisi liburan tahun baru dengan berkunjung ke tempat wisata wahana air buatan karena khawatir dengan potensi tsunami di kawasan pantai.

    Baca: Liburan Akhir Tahun, 35 Sopir Bus Jalani Tes Urine di Depok

    Mereka memilih berwisata di tempat tersebut menyusul adanya bencana tsunami Selat Sunda yang melanda wilayah Banten akhir Desember lalu.

    "Inginnya ke laut, tapi cuaca sedang tidak bagus, takut ada gelombang tinggi," ujar warga Bulak Kapal, Bekasi Timur, Sulastri, pada Selasa, 1 Januari 2019.

    Perempuan 42 tahun itu mengajak keluarganya liburan tahun baru dengan berkunjung ke Go! Wet Waterpark yang berada di kawasan Grand Wisata Tambun. Jarak dari rumahnya menuju ke lokasi hanya sekitar tujuh kilometer. Ditempuh menggunakan kendaraan roda dua, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

    "Mahal sedikit tidak masalah, yang penting bisa liburan," ujar Sulastri yang mengajak anaknya untuk berenang.

    Marketing Communication Go! Wet Waterpark Sidik Pram mengatakan, tren pengunjung terus meningkat dari sejak libur Natal 24 Desember 2018 sampai tahun baru 2019. Jumlah pengunjung rata-rata mencapai 3.000-an setiap hari. "Jumlah itu melebihi target rata-rata per hari 2.000 pengunjung," ujar Sidik.

    Baca: Liburan ke Ragunan, Jokowi Bagi-bagi Buku ke Pengunjung

    Menurut Sidik, wahana air yang dikembangkan oleh perusahaannya tak kalah dengan wisata di laut. Salah satu wahana yang menjadi favorit pada liburan akhir tahun ini adalah ombak buatan layaknya berenang di laut. "Kami ingin masyarakat berenang serasa di laut dengan ombak yang bergelombang," ujar Sidik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.