Bentrokan di Tanah Abang, Anies: Yang Melanggar Yang Galak

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan tenda pedagang kaki lima berdiri di sepanjang jalur depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Jumat 22 Desember 2017. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, ruas jalan di depan Stasiun Tanah Abang ditutup sejak pukul 08.00-18.00. TEMPO/Subekti.

    Ratusan tenda pedagang kaki lima berdiri di sepanjang jalur depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Jumat 22 Desember 2017. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, ruas jalan di depan Stasiun Tanah Abang ditutup sejak pukul 08.00-18.00. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyamakan bentrokan di Tanah Abang dengan kasus pengendara sepeda motor yang naik ke atas trotoar. Menurut Anies, kedua peristiwa itu sama-sama menunjukkan pihak yang salah biasanya akan lebih galak.

    "Orang naik motor ke atas trotoar ditertibkan, yang marah siapa? Yang melanggar. Yang melanggar itu sering lebih galak dari pada yang menertibkan," kata Anies di Mandarin Hotel, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Januari 2019.

    Baca: Bentrokan di Tanah Abang, Pemkot Jakpus: Pedagang Jualan di Jalan

    Menurut Anies, hal seperti itu sering terjadi kali. "Nah, di sini memang sering kali fenomena yang dihadapi petugas kami di lapangan," ujarnya.

    Bentrokan antara pedagang dan Satpol PP di Jalan Jatibaru Raya Tanah Abang terjadi pada Kamis siang, 17 Januari 2019 sekitar pukul 11.00. Dari video yang Tempo terima dari pedagang, terlihat mereka melawan petugas menggunakan balok. Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan bentrok di Tanah Abang disebabkan para pedagang tak terima barang dagangannya ditertibkan oleh Satpol PP. Padahal, kata dia, penertiban dilakukan karena pedagang berjualan di jalan dan mengganggu lalu lintas serta pejalan kaki.

    Baca: Tolak Ditertibkan, PKL Tanah Abang Lawan Petugas Satpol PP

    Anies pun mengimbau kepada petugas yang mendapatkan aksi penolakan dari pedagang itu untuk bersabar. Menurut dia, penertiban merupakan tugas yang mulia dan penting.

    Kepada masyarakat, Anies pun meminta untuk tak segan melaporkan petugas yang bekerja dengan tidak baik dan sesuai prosedur. "Tapi juga jangan petugasnya menjalankan dengan benar, justru mendapatkan reaksi yang berlebihan," kata dia.

    Saat ini, diketahui ada tiga orang terduga pelaku yang diperiksa oleh Kepolisian Sektor Tanah Abang karena dianggap sebagai provokator. Anies menyerahkan proses hukum tiga terduga pelaku bentrokan tersebut kepada polisi. "Kami akan hormati proses hukum yang dilakukan oleh kepolisian. Kami lihat nanti hasilnya seperti apa," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?