Polisi Jelaskan Alasan Penahanan Eggi Sudjana

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus PAN Eggi Sudjana bersiap memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. Dalam kesempatan tersebut, Eggi menjelaskan pernyataan people power yang dimaksud yaitu seruan atas dugaan kecurangan Pemilu yang ditujukan ke KPU dan Bawaslu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Politikus PAN Eggi Sudjana bersiap memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. Dalam kesempatan tersebut, Eggi menjelaskan pernyataan people power yang dimaksud yaitu seruan atas dugaan kecurangan Pemilu yang ditujukan ke KPU dan Bawaslu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan penyidik menahan politikus PAN Eggi Sudjana agar ia tidak menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya.

    Hal itu, kata Argo, merupakan subjektivitas penyidik. “Jangan sampai yang bersangkutan mengulangi perbuatannya, melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” kata Argo di kantornya pada Rabu, 15 Mei 2019.

    Baca: Eggi Sudjana Tetap Ditahan Meski Menolak, Ini Jawab Polda

    Menurut Argo, penyidik telah memberikan surat perintah penahanan bernomor SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum tertanggal 14 Mei 2019 kepada Eggi Sudjana. Namun, advokat itu menolak menandatangani surat itu beserta berita acara penahanan.

    Atas hal itu, penyidik pun langsung membuat berita acara penolakan penandatanganan surat perintah penahanan dan berita acara penahanan. “Yang bersangkutan pun menyetujui dan menandatangani berita acara itu,” kata Argo.

    Baca: Tersangka Makar Eggi Sudjana Sebut 4 Alasan Tak Bisa Ditahan

    Penahanan itu sendiri pertama kali dikabarkan Eggi Sudjana saat dibawa dari ruang penyidik pada Selasa malam, 14 Mei 2019. Dia menyatakan menolak penahanan itu dengan sejumlah alasan.

    Eggi Sudjana resmi ditahan polisi setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka sejak Senin sore, 13 Mei lalu. Politikus PAN yang juga penggiat di kelompok PA 212 itu ditetapkan sebagai tersangka makar karena menyerukan rakyat turun ke jalan atau people power terkait hasil Pilpres 2019. Polisi mengusutnya setelah menerima dua laporan yang masing-masing datang ke Mabes Polri dan Polda Metro Jaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.