Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Selain Laporkan Kapolres Tangsel, Bos PT SSI Juga Laporkan Petinggi PT KBU Kasus Dugaaan Penggelapan

image-gnews
Ilustrasi penipuan investasi. Pexels/Tima Miroshnichenko
Ilustrasi penipuan investasi. Pexels/Tima Miroshnichenko
Iklan

TEMPO.CO, Tangerang  - Wahyu Riadi, Sales Manager PT Sampurna Sistem Indonesia (SSI), melaporkan DAU dan ES yang merupakan petinggi PT Kobe Boga Utama (KBU) ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dibuat atas adanya dugaan tindak pidana penggelapan dan perbuatan curang. 

Kejadian penipuan dan perbuatan curang yang diduga dilakukan secara sistematis ini membuat PT SSI mengalami kerugian hingga Rp 1,9 miliar lebih. Wahyu mengatakan terlapor diduga melakukan penipuan dan perbuatan curang terhadap perusahaannya secara sistematis.

Pasalnya, dalam kasus ini terlapor yang menduduki salah satu perusahaan produksi di Tangerang melakukan pemesanan beberapa mesin milik PT SSI.  "Mereka ini memesan enam unit mesin packing weigher SM 420 makroni, 1 unit mesin sauce bag dispencer, 1 mesin packaging SZ 180, 1 mesin TIJ Printer, dan 4 unit mesin automatic pouch dispencer machine," ujarnya pada Rabu 24 April 2024.  

Kata dia, pemesanan ini dilakukan secara berkala dan dengan perjanjian tertentu yang telah dibuat dan disepakati. "Tapi terlapor tidak melakukan pelunasan sesuai dengan perjanjian yang berlaku dan terjadi pembongkaran mesin yang dilakukan terlapor. Ironisnya mereka mengatakan mesin pertama yang dikirim tidak sesuai, tapi kenapa mereka kembali melakukan pemesanan hingga beberapa kali," ujarnya. 

Wahyu mengaku bingung dengan tingkah perusahaan yang seakan tidak memiliki itikad baik untuk melalukan pembayaran. Apalagi transaksi sudah dilakukan beberapa tahun silam. 

"Secara logika jika memang mesin yang dia terima tidak sesuai kenapa tidak dikembalikan. Dan bahkan yang anehnya lagi mesin kami sudah bertahun tahun disana dan tidak mau dibayarkan," kata dia. 

Wahyu mengaku pada pemesanan pertama mesin yang mencapai harga ratusan juta pihak perusahaan berdalih terdapat kesalahan. Sehingga, pihak perusahaan terlapor meminta bantuan untuk modifikasi alat agar bisa digunakan. 

"Mereka meminta tolong untuk di modifikasi, bahkan mereka mengiming imingi dengan kembali memesan mesin yang berbeda. Tapi kenapa malah mereka yang melaporkan kami ke ranah hukum dengan tuduhan Tipugelap," ujarnya. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Atas kejadian ini Wahyu mengaku pihak PT SSI mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Dia pun melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya dengan Nomor Laporan (LP) : LP/B/5314/IX/2023/SPKT/Polda Metro Jaya pada tanggal 7 September 2023. 

"Atas kejadian tersebut kami mengalami kerugian Rp. 1,9 miliar. Kami hanya ingin memberikan yang terbaik untuk klien kami, jadi kalau memang mau menjadi mitra ya harus jujur dan bekerjasama dengan baik," ucapnya.

Namun Wahyu merasa heran, pasalnya pihak PT KBU juga malah melaporkan bos PT SSI ke Polres Tangerang Selatan. Bahkan ironisnya dalam permasalahan ini penyidik malah menetapkan pemilik perusahaan sebagai tersangka. 

Atas hal tersebut Budi Priyantono selaku Komisaris di PT SSI melalukan pelaporan ke Divisi Propam Mabes Polri atas dugaan kriminalisasi yang dialaminya.  Sebelumnya, Budi melaporkan Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ibnu Bagus Santoso dan Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Polisi Alvino Cahyadi. 

"Saya mencari keadilan. Sebab saya telah menjadi korban kriminalisasi atas tudingan seseorang yang melapor ke Polres Tangsel, hingga saya ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan, perbuatan itu tidak pernah saya lakukan," kata Budi, Rabu, 24 April 2024.

Pilihan Editor: Pihak Syahrul Yasin Limpo Belum Bahas Dugaan Uang Hanan Supangkat yang Disita KPK Berhubungan dengan NasDem

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Bunyi Pasal KUHP Ancaman Penggelapan Uang yang Dijatuhkan kepada Eks Manajer Fuji

14 jam lalu

Konferensi pers kasus penggelapan uang artis Fuji, oleh eks manajernya Batara Ageng, di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis, 11 Juli 2024. Sumber: Polres Metro Jakarta Barat
Bunyi Pasal KUHP Ancaman Penggelapan Uang yang Dijatuhkan kepada Eks Manajer Fuji

Batara Ageng, mantan manajer Fujianti Utami Putri terancam pidana tindak penggelapan uang sesuai dalam KUHP. Begini bunyi pasal hukuman ini.


Pihak Tiko Aryawardhana Buka Peluang Mediasi dengan Mantan Istri di Kasus Dugaan Penggelapan Uang Rp 6,8 M

1 hari lalu

Tiko Aryawardhana. Instagram
Pihak Tiko Aryawardhana Buka Peluang Mediasi dengan Mantan Istri di Kasus Dugaan Penggelapan Uang Rp 6,8 M

Tiko Aryawardhana menjelaskan aliran dana tersebut murni untuk kepentingan perusahaan dan tidak ada yang kepentingan pribadi


Polisi Bongkar Sindikat Penipuan yang Gunakan Aplikasi Lalamove

2 hari lalu

Ilustrasi pencurian mobil pembawa uang/ATM. ANTARA/Irsan Mulyadi
Polisi Bongkar Sindikat Penipuan yang Gunakan Aplikasi Lalamove

Polsek Metro Penjaringan menangkap enam tersangka yang diduga menjadi anggota sindikat penipuan dan penggelapan menggunakan aplikasi Lalamove.


Eks Manajer Fujianti Utami Putri Mengaku Tergoda Uang Kontrak yang Nilainya Fantastis

2 hari lalu

Konferensi pers kasus penggelapan uang artis Fuji, oleh eks manajernya Batara Ageng, di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis, 11 Juli 2024. Sumber: Polres Metro Jakarta Barat
Eks Manajer Fujianti Utami Putri Mengaku Tergoda Uang Kontrak yang Nilainya Fantastis

Uang yang digelapkan Batara Ageng merupakan pembayaran dari brand dan 21 agency pekerjaan untuk Fujianti Utami Putri.


Bank Jago Sebut 112 Rekening yang Diblokir Lalu Dibobol Pegawai Terindikasi Hasil Kejahatan

2 hari lalu

Ilustrasi Bank Jago/Bank Jago
Bank Jago Sebut 112 Rekening yang Diblokir Lalu Dibobol Pegawai Terindikasi Hasil Kejahatan

Polda Metro telah menangkap IA eks pegawai Bank Jago yang membobol 112 rekening yang terblokir. Pelaku berhasil memindahkan dana Rp 1,39 miliar.


Tiko Aryawardhana Masih Jalani Pemeriksaan Soal Dugaan Penggelapan Uang

2 hari lalu

(Dari kanan) BCL dan suami, Tiko Aryawardhana. Foto: Instagram/@itsmebcl
Tiko Aryawardhana Masih Jalani Pemeriksaan Soal Dugaan Penggelapan Uang

Tiko Aryawardhana dilaporkan oleh mantan istrinya, Arina Winarto, atas dugaan penggelapan uang Rp 6,9 miliar periode 2015-2021.


Kasus Bos Rental Mobil Tewas Dikeroyok di Sukolilo Pati, Polisi Masih Kejar Satu Pelaku Penggelapan Mobil

2 hari lalu

Satreskrim Polresta Pati menggelar olah TKP di lokasi amuk massa yang menewaskan bos rental mobil di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. POLRESTA PATI
Kasus Bos Rental Mobil Tewas Dikeroyok di Sukolilo Pati, Polisi Masih Kejar Satu Pelaku Penggelapan Mobil

Polres Metro Jakarta Timur masih mencari satu pelaku penggelapan mobil rental milik Burhanis. Bos rental mobil itu tewas dikeroyok di Sukolilo Pati.


Bank Jago Pecat Karyawan yang Gelapkan Dana Nasabah Rp1,39 Miliar

3 hari lalu

Bank Jago Pecat Karyawan yang Gelapkan Dana Nasabah Rp1,39 Miliar

Bank Jago telah memberhentikan secara tidak hormat karyawan berinisial IA yang menggelapkan dana nasabah senilai Rp1,39 miliar.


Seorang Wanita di BSD Jadi Korban Penipuan Diduga Polisi Gadungan, Dituduh Berbuat Mesum

3 hari lalu

Ilustrasi Polisi gadungan. Dok.Tempo/Marifka Wahyu Hidayat
Seorang Wanita di BSD Jadi Korban Penipuan Diduga Polisi Gadungan, Dituduh Berbuat Mesum

Korban penipuan itu menduga komplotan yang memerasnya di BSD, Tangsel, adalah polisi gadungan.


Data Pelamar Kerja Dipakai untuk Pinjaman Online, Polda Metro Jaya Imbau Jaga Data Pribadi

3 hari lalu

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi saat konferensi pers pengungkapan kasus home industry narkotika tablet PCC dan obat tanpa Ijin edar dari BPOM RI, di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Mei 2024. Seorang tersangka ditangkap dalam pembongkaran pabrik rumahan narkoba ini. Tersangka berinisial MH (43 tahun) yang perannya sebagai karyawan. Ia bertugas sebagai supir mobil APV, mengambil bahan baku dan mengirim tablet PCC maupun obat tanpa ijin edar dari BPOM RI. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Data Pelamar Kerja Dipakai untuk Pinjaman Online, Polda Metro Jaya Imbau Jaga Data Pribadi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengimbaummasyarakat menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan untuk pinjaman online.