BPN Ungkap Penyebab Suara Prabowo-Sandi Kalah di Pulogadung

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas KPU DKI Jakarta melakukan pendataan saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 9 Mei 2019. Rekapitulasi penghitungan ini mencakup wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas KPU DKI Jakarta melakukan pendataan saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 9 Mei 2019. Rekapitulasi penghitungan ini mencakup wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Habiburokhman, mengatakan pasangan nomor urut 02 berhasil menang di sembilan dari 10 kecamatan di Jakarta Timur pada pemilu 2019. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi hanya kalah di Kecamatan Pulogadung.

    Baca juga: Pleno Rekapitulasi Suara DKI, Prabowo Unggul di Jaktim

    “Artinya koalisi keumatan menang 90 persen kecamatan di pilpres,”  kata Habiburokhman di sela menyaksikan rekapitulasi suara tingkat Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Mei 2019.

    Ia menjelaskan kekalahan Prabowo-Sandi di Pulogadung memang telah diprediksi sebelumnya, terutama di Kelurahan Jati dan Pulogadung. Riwayat di dua kelurahan tersebut pada pemilu Gubernur DKI Jakarta 2017, sangat sulit untuk memenangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS.

    Menurut Habiburokhman, suara Prabowo-Sandi di Pulogadung kalah karena sejak awal kurang melakukan penetrasian ke sana. “Di Jakarta Timur, kami fokus di Cakung. Bahkan di Cakung kami bisa mengalahkan PKB yang mempunyai basis massa kuat di sana,” ujarnya.”Namanya politik 10 persen (satu kecamatan) lepas nggak apa-apa lah.”

    Menurut Habiburokhman, tugasnya cukup berhasil untuk memenangkap Prabowo-Sandi di Jakarta Timur. Kata dia, wilayah Jakarta Timur juga menjadi salah satu wilayah yang tidak terlalu banyak protes terhadap hasil pemilu presiden.

    Baca juga: Menjelang Demo Pemilu 22 Mei, Begini Reaksi Pengelola Mal

    Pada pemilu tahun ini, Habiburokhman juga menjadi calon anggota DPR RI Partai Gerindra dari dapil Jakarta Timur. “Tugas saya cukup berhasil untuk memenangkan pilpres Prabowo-Sandi dan saya sendiri di dapil Jakarta Timur. Saya sudah turun selama setahun terakhir dan sebulan terakhir full juga di dapil mengawal pencoblosan,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.