Usai Kerusuhan 22 Mei, Markus Belum Juga Terjamah Keluarga

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sisa-sisa kerusuhan di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis pagi, 23 Mei 2019. TEMPO/Egi Adyatama

    Sisa-sisa kerusuhan di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis pagi, 23 Mei 2019. TEMPO/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga dan kerabat belum juga mendapat izin menemui dan melihat dari dekat kondisi Markus Ali (30), pria yang diduga menjadi korban dalam video viral Brimob brutal usai kerusuhan 22 Mei lalu. Markus saat ini berada di ruang perawatan intensif (ICU) Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Baca:
    Kini Terbaring di ICU, Ini Kisah Markus Sebelum Ditangkap Brimob

    "Sampai saat ini, kami belum diberi akses untuk bertemu. Orang terdekatnya saja belum bisa menemuinya,” ujar Falis Aga Triatama, kuasa hukum keluarga Markus dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), seperti ditulis Koran Tempo edisi Selasa 11 Juni 2019.

    Peneliti dari Kontras, Rivanlee Anandar, menambahkan, terus mendampingi keluarga Markus agar mereka mendapatkan akses untuk bertemu. "Keluarga kami dampingi, dan mereka juga kesulitan mengakses Markus untuk ketemuan secara personal, tatap muka," ucapnya.

    Rivanlee mengungkapkan kalau sejauh ini, kondisi Markus masih belum memungkinkan untuk diajak bicara karena kritis. Markus diduga korban dalam video viral berisi kekerasan sejumlah anggota Brimob usai kerusuhan 22 Mei lalu. Saat itu personel Brimob menyisir tersangka pelaku kerusuhan di kawasan Kampung Bali, Tanah Abang, tak jauh dari Gedung Bawaslu--lokasi demonstrasi dan kerusuhan.

    Baca: 
    Tidak Tewas, Korban Pengeroyokan Brimob Kini di Tahanan Polda

    Keterangan saksi yang ditemui Tempo menguatkan dugaan itu sekalipun polisi menyebut korban dalam video itu adalah Andri Bibir, 31 tahun. Seperti yang ditunjukkan polisi, kondisi Andri atau Andre yang kini berada dalam tahanan Polda Metro Jaya jauh berbeda dengan Markus saat ini.

    Situasi Musala Al Huda dan lahan kosong milik Smart Service Parking di Kampung Bali, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Mei 2019. TEMPO/M Yusuf Manurung.

    "Saya sudah enggak sanggup lihat Markus di ICU, enggak sanggup nahan air mata," kata V, pacar Markus, pada Rabu 29 Mei 2019. Markus digambarkannya tak sadarkan diri dengan sejumlah selang dan kepala yang telah digunduli.

    Baca:
    Kerusuhan 22 Mei, Batuan Paving Pusat Belanja Sarinah Raib

    V mengaku hanya bisa menatap kekasihnya itu melalui kaca di luar ruangan. Saat itu, dia belum diizinkan masuk oleh rumah sakit. Seorang anggota polisi yang menemuinya meminta bersabar menunggu beberapa hari lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.