Warga Kampung Akuarium Sebut Anies Punya Banyak PR Tata Kampung

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meladeni warga berswafoto di balik panggung HUT Jakarta ke-492 di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 22 Juni 2019. TEMPO/Lani Diana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meladeni warga berswafoto di balik panggung HUT Jakarta ke-492 di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 22 Juni 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Kampung Akuarium di Penjaringan, Jakarta Utara, berharap pemerintah DKI Jakarta dan Gubernur Anies Baswedan bisa memberikan kesempatan hidup yang setara bawi warganya di HUT Jakarta.

    "Harapan saya perbedaan si Miskin dan Kaya yang sangat mencolok di Jakarta, bisa setara dalam mendapatkan hak hidup layak di Jakarta," kata Koordinator warga Kampung Akuarium, Dharma Diani, di hari ulang tahun Jakarta pada Sabtu, 22 Juni 2019.

    Baca : Malam Puncak HUT Jakarta: Lohat Wajah Baru Jakarta

    Dharma menuturkan warga Kampung Akuarium sempat merasa terusir dari tempat tinggal mereka pada April 2016 lalu. Saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias saat memimpin DKI membongkar Kampung Akuarium.

    Ahok mengganggap warga Kampung Akuarium tinggal ilegal di lahan seluas 1 hektar itu. Sebanyak 345 keluarga terkena dampak penggusuran. Warga pun mengajukan gugatan.

    Gugatan dibuat berdasarkan adanya perbuatan melawan hukum oleh penguasa (onrechtmatig overheidsdaad) sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

    Warga Kampung Akuarium mencabut gugatan karena dikeluarkannya Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 878 Tahun 2018 tentang Gugus Tugas Pelaksanaan Penataan Kampung dan Masyarakat.

    Menurut Dharma, Anies Baswedan sebagai pepemimpinan gubernur DKI Jakarta yang baru masih mempunyai banyak pekerjaan rumah dalam menata ibu kota. Sebab, masih banyak permukiman kumuh di kota ini. "Tapi saya berharap Anies menata Jakarta tanpa menyakiti Si Miskin."

    Menurut Dharma lagi, sejauh ini langkah Anies memang telah lebih baik dalam proses penataan. Anies telah berupaya mencegah kawasan kumuh untuk langsung dihancurkan.

    Anies, kata dia, menata Jakarta dengan pendekatan komunikasi terlebih dahulu. Warga Kampung Akuarium pun telah merasakan perubahan dalam hal penataan dan pembangunan perkampungannya.

    Bahkan, Anies telah membangun 90 shelter untuk rumah tinggal sementara warga di Kampung Akuarium dan dua di antaranya diperuntukkan untuk lembaga pendidikan anak usia dini dan balai warga.

    Baca : Tukang Becak di HUT Jakarta: Jadikan Becak Angkutan Wisata

    "Anies juga berjanji mau bangun kampung susun di Kampung Akuarium. Pembangunannya dijanjikan tahun ini."

    Ketua RT12 RW4 Penjaringan, Topas Juanda, berharap Anies segera merealisasikan pembangunan perkampungan warga kembali di Kampung Akuarium. "Dulu memang Kampung Akuarium salah satu kawasan kumuh. Pemerintah yang sekarang berjanji menatanya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.